Lipsus Harga Beras
Harga Beras Naik, Warga Gorontalo Pilih Beras Jagung hingga Umbi-umbian
Warga Gorontalo menjadikan beras jagung sebagai bahan pangan alternatif akibat naiknya harga beras.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-beras-yang-dijual-pedagang-di-Pasar-Liluwo-gtggg.jpg)
Selain itu, bantuan pangan berupa beras juga disalurkan ke kelurahan-kelurahan di Kota Gorontalo.
“Kami juga bersama Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras di kelurahan-kelurahan di Kota Gorontalo,” katanya.
Langkah penyaluran ini dinilai cukup efektif, meski harga beras premium masih Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram.
Padahal, menurut Haryono, biasanya kenaikan harga hanya Rp 14 ribu per kilogram.
“Sekarang harga beras khususnya premium berada di kisaran Rp 15 ribu per kilogram, artinya itu sudah berada di harga head,” tegasnya.
Selain penyaluran beras, pihaknya juga rutin menggelar operasi pasar di distributor dan pengecer untuk menjaga rantai pasokan serta mencegah penimbunan dan kecurangan harga.
“Jadi kami melaksanakan pengawasan di distributor-distributor. Selain itu kita juga melakukan operasi pasar di pengecer-pengecer,” bebernya.
Untuk program jangka panjang, Disperindag Kota Gorontalo juga berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Dinas Pertanian.
“Karena dinas-dinas ini berhadapan langsung dengan para distributor-distributor, jadi kami kerja sama dengan kedua dinas tersebut untuk memastikan beras tersedia dengan jumlah yang aman,” pungkasnya.
Sementara itu di Kabupaten Gorontalo, harga beras juga terus naik drastis. Di Pasar Sentral Limboto, harga beras kini tembus Rp 820 ribu per koli.
Emus Kadir (48), seorang pedagang beras di Pasar Sentral Limboto, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini mulai terasa sejak bulan Juni 2025.
“Harga beras sekarang di Limboto Kabupaten Gorontalo ini tembus Rp 820 ribu per koli, tapi tergantung dari kualitas beras. Ada juga yang Rp 800 ribu, ada juga yang Rp 750 ribu untuk beras lokal,” ujar Emus saat ditemui TribunGorontalo.com di lapaknya, Selasa (22/7/2025).
Jika dijual eceran, harga beras di Limboto kini berkisar antara Rp 13.500 hingga Rp 14.000 per liter.
Emus menjual berbagai jenis beras seperti ciherang, nurdin, dan beras lokal.
Menurutnya, sebagian besar beras yang dijualnya berasal dari Sulawesi Tengah, sementara sisanya dari petani lokal di Gorontalo.
| Ketua DPRD Gorontalo Zulfikar Usira Sebut Operasi Pasar Jadi Solusi Sementara Tekan Harga |
|
|---|
| Panen Raya di Kabupaten Gorontalo, Harapan Baru Tekan Harga Beras Melambung |
|
|---|
| Lonjakan Harga Beras Bikin Penjual 'Nasi Kucing' Gorontalo Berencana Kurangi Porsi |
|
|---|
| Akademisi Gorontalo Ungkap 3 Pemicu Kenaikan Harga Beras: Kemarau Panjang hingga Panen Tak Serentak |
|
|---|
| Beras Mahal, Sembako Ikut Naik, Warga Gorontalo Tercekik Kenaikan Harga |
|
|---|