Human Interest Story
Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid
Momentum sakral baru saja terukir di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fatmawaty-Mile-saat-ditemui-TribunGorontalocom.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Gorontalo melantik 171 kepala sekolah dan 19 koordinator wilayah di Aula Dikbud pada Jumat (6/3/2026)
- Fatmawaty Mile menunjukkan perjuangan luar biasa dengan menempuh jarak hingga 36 km setiap hari dan harus berganti tiga jenis kendaraan
- Meskipun telah menyandang status Guru Penggerak, Fatmawaty menghadapi kendala berat berupa ketiadaan sinyal internet di sekolahnya
TRIBUNGORONTALO.COM – Momentum sakral baru saja terukir di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Lantunan sumpah jabatan menggema, menandai pelantikan dan pengukuhan kembali 171 tenaga pendidik dalam jajaran struktural oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi pada Jumat (6/3/2026) pagi.
Di antara barisan tersebut, berdiri Fatmawaty Mile (41) dengan setelan jas hitam dipadukan kerudung coklat muda.
Bagi Fatmawaty, hari itu dimulai seperti hari-hari biasanya sebagai seorang pendidik di wilayah pelosok.
Namun, sebuah kabar mengejutkan hadir di tengah kesibukannya memimpin sekolah.
Fatmawaty baru saja ditunjuk kembali sebagai nakhoda di SDN 29 Tibawa.
Momen pelantikan ini terasa begitu emosional sekaligus menjadi kejutan besar dalam perjalanan kariernya.
Fatmawaty mengaku sama sekali tidak menyangka akan ada prosesi pengukuhan pada Maret 2026 ini.
"Saya sama sekali tidak mengetahui bahwa akan ada pengukuhan hari ini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com usai pelantikan di Aula Kantor Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, Jumat (6/3/2026) siang.
Meski sempat bertanya-tanya, Fatmawaty menyadari bahwa ini adalah bagian dari penyesuaian regulasi manajemen pegawai yang baru.
Namun, di balik kegembiraan seremonial tersebut, tersimpan narasi perjuangan dari ibu tiga anak ini.
Perjuangan Fatmawaty ke Sekolah
Fatmawaty bukanlah sekadar kepala sekolah biasa. ia adalah pejuang yang menaklukkan jarak dan waktu.
Setiap pagi, sebelum matahari meninggi, ia sudah harus bersiap meninggalkan kenyamanan rumahnya di pusat Kota Limboto.
Tujuan perjalanannya adalah Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.