Minggu, 15 Maret 2026

Human Interest Story

Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid

Momentum sakral baru saja terukir di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid
TribunGorontalo.com/Fajri A Kidjab
HUMAN INTEREST -- Fatmawaty Mile saat ditemui TribunGorontalo.com di Aula Kantor Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, Jumat (6/3/2026). Fatmawaty telah dikukuhkan sebagai Kepsek SDN 29 Tibawa. 

Jarak yang harus ia tempuh setiap hari tidak main-main, yakni berkisar 36 kilometer. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan rute melelahkan yang harus ia lalui demi masa depan anak didiknya.

"Saya harus tiga kali ganti kendaraan setiap berangkat," ungkap Fatmawaty sembari mengelap keringat wajah.

Perjalanan dimulai dengan kendaraan pribadi, lalu berlanjut menggunakan jasa ojek motor untuk menembus jalur yang sempit.

Tak jarang, ia harus menumpang mobil open cup atau bak terbuka jika harus memobilisasi keperluan sekolah.

Debu jalanan dan teriknya matahari Gorontalo telah menjadi teman setia dalam pengabdiannya selama lebih dari 20 tahun.

Dedikasi ini semakin kuat sejak ia berhasil lulus sebagai Guru Penggerak pada tahun 2024 lalu.

Status sebagai Guru Penggerak itulah yang menjadi jembatan baginya untuk dipromosikan menjadi Kepala Sekolah.

Baca juga: Nama-nama 171 Kepala Sekolah Dilantik Bupati Gorontalo Hari Ini 6 Maret 2026

Tantangan di Masa Depan

PELANTIKAN KEPSEK — Rohaniawan mengambil sumpah dan janji Kepala Sekolah. Bupati Gorontalo secara resmi melantik 19 Korwil dan 171 Kepsek. (Sumber: TribunGorontalo.com/Fajri A Kidjab)
PELANTIKAN KEPSEK — Rohaniawan mengambil sumpah dan janji Kepala Sekolah. Bupati Gorontalo secara resmi melantik 19 Korwil dan 171 Kepsek. (Sumber: TribunGorontalo.com/Fajri A Kidjab)

Kini, setelah dikukuhkan kembali, tantangan yang ia hadapi di SDN 29 Tibawa justru semakin nyata di depan mata.

Bukan hanya soal jarak fisik, namun "jarak" teknologi yang menjadi momok utama di sekolah pelosok tersebut.

Di saat dunia membicarakan kecerdasan buatan, SDN 29 Tibawa masih harus berjuang keras mencari sinyal internet.

Ketiadaan infrastruktur jaringan yang memadai membuat digitalisasi pendidikan terasa seperti mimpi di siang bolong.

"Kami hanya mengandalkan voucher internet, itu pun kecepatannya sangat terbatas," keluhnya.

Kondisi ini membuat para guru sulit menerapkan model pembelajaran berbasis digital secara maksimal.

Padahal, kata Fatmawaty, semangat guru-guru di pelosok untuk melek teknologi sangatlah besar.

Puncak kesulitan terjadi saat agenda nasional seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tiba.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved