Berita Internasional
Amerika Serikat Kembali Mundur dari UNESCO, Tuduh Retorika Anti-Israel dan Agenda Memecah Belah
Amerika Serikat pada Selasa (waktu setempat) resmi mengumumkan keputusannya untuk kembali menarik diri dari UNESCO
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UNESCO-Amerika-menarik-diri-dari-UNESCO.jpg)
UNESCO: Keputusan Ini Sudah Diperkirakan
Menanggapi pengumuman tersebut, Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, menyatakan penyesalannya atas keputusan AS untuk kembali keluar dari lembaga internasional tersebut.
“Keputusan ini bertentangan dengan prinsip dasar multilateralisme, dan dampak utamanya akan dirasakan oleh banyak mitra kami di Amerika Serikat,” kata Azoulay.
Meski disesalkan, Azoulay mengakui bahwa penarikan diri AS kali ini sebenarnya sudah diperkirakan sejak lama.
Ia menambahkan bahwa UNESCO telah melakukan berbagai reformasi struktural besar dan mendiversifikasi sumber pendanaan sejak 2018.
“Anggaran keseluruhan UNESCO terus meningkat,” ungkapnya.
Menurut Azoulay, kontribusi pendanaan AS kini hanya sekitar 8 persen dari total anggaran UNESCO, jauh di bawah beberapa badan PBB lain yang bergantung hingga 40 persen pada kontribusi AS.
Azoulay menekankan bahwa organisasi kini secara finansial lebih terlindungi berkat dukungan dari negara anggota lainnya dan donasi swasta.
Meski demikian, Azoulay menegaskan bahwa tujuan UNESCO tetap membuka pintu bagi semua negara di dunia, termasuk Amerika Serikat.
“AS adalah dan akan selalu diterima di UNESCO. Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh mitra Amerika, baik di sektor swasta, akademisi, maupun organisasi nirlaba, serta tetap membuka ruang dialog politik dengan pemerintahan AS dan Kongres,” pungkasnya. (*)
| Trump Klaim Serangan Udara Besar-besaran AS Hancurkan Target Militer Iran di Pulau Kharg |
|
|---|
| Enam Kru Militer Amerika Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat KC-135 di Irak Barat |
|
|---|
| Pesawat Pengisi Bahan Bakar Udara Amerika Jatuh di Irak, Klaim Ditembak Kelompok Pro-Iran |
|
|---|
| Rusia Marah Resolusinya soal Perdamaian di Iran Ditolak PBB, China Ikut Kecewa |
|
|---|
| Harga Minyak Tembus 101 Dolar, AS Keluarkan Cadangan Darurat |
|
|---|