Berita Internasional
Trump Setujui Kirim Senjata Tambahan ke Ukraina, Pertimbangkan Sanksi Baru untuk Rusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (waktu setempat) menyatakan telah menyetujui pengiriman senjata tambahan ke Ukraina dan tengah mempe
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Asap-mengepul-di-atas-bangunan-yang-rusak-akibat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (waktu setempat) menyatakan telah menyetujui pengiriman senjata tambahan ke Ukraina dan tengah mempertimbangkan sanksi baru terhadap Rusia.
"Kami mengirimkan sejumlah senjata defensif ke Ukraina, dan saya telah menyetujui hal itu," kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih baru-baru ini.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pernyataan Trump tersebut.
Dalam pidato malamnya, ia menyebut telah memerintahkan perluasan kontak militer dengan pihak Amerika Serikat untuk memastikan pengiriman pasokan militer krusial, terutama sistem pertahanan udara.
"Hari ini saya instruksikan menteri pertahanan dan panglima tertinggi untuk meningkatkan seluruh jalur komunikasi dengan pihak Amerika," ujar Zelenskyy.
"Kita sudah memiliki semua pernyataan politik dan keputusan yang dibutuhkan. Sekarang tugas kita adalah mengeksekusinya secepat mungkin demi melindungi rakyat dan posisi kita," tambahnya.
Zelenskyy menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pada pertahanan udara, selain elemen pasokan militer lain dari AS.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pekan ini, tim militer dan politik dari kedua negara akan menyusun format pertemuan lanjutan.
Pernyataan ini muncul di tengah peningkatan serangan udara Rusia ke kota-kota Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, menggunakan drone dan rudal.
Trump juga mengungkapkan kembali kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin karena gagal mewujudkan gencatan senjata sebagai bagian dari upaya perdamaian.
"Saya tidak senang dengan Putin. Itu bisa saya sampaikan sekarang," kata Trump.
Ia menyoroti bahwa ribuan tentara dari kedua pihak terus menjadi korban dalam konflik yang tak kunjung usai itu.
Trump pun mengatakan sedang mempertimbangkan apakah akan mendukung RUU bipartisan di Senat yang akan memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia.
Sementara itu, pihak Kremlin merespons dengan hati-hati. Juru bicara Dmitry Peskov menyebut pihaknya masih membutuhkan waktu untuk "sepenuhnya memperjelas" jenis senjata yang dikirimkan AS ke Ukraina.
"Ada banyak informasi yang saling bertentangan di luar sana," ujarnya.
Peskov juga mengecam langkah pengiriman senjata tersebut, yang menurutnya hanya akan memperpanjang konflik.
Ia menuduh negara-negara Eropa turut memperburuk situasi dengan terus "memompa" Ukraina dengan senjata. (*)
Berita Internasional
Donald Trump
Ukraina
Sanksi Baru untuk Rusia
drone Ukraina
Perang Rusia Ukraina
| Trump Klaim Serangan Udara Besar-besaran AS Hancurkan Target Militer Iran di Pulau Kharg |
|
|---|
| Enam Kru Militer Amerika Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat KC-135 di Irak Barat |
|
|---|
| Pesawat Pengisi Bahan Bakar Udara Amerika Jatuh di Irak, Klaim Ditembak Kelompok Pro-Iran |
|
|---|
| Rusia Marah Resolusinya soal Perdamaian di Iran Ditolak PBB, China Ikut Kecewa |
|
|---|
| Harga Minyak Tembus 101 Dolar, AS Keluarkan Cadangan Darurat |
|
|---|