Minggu, 8 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

41 Pesawat Pengebom Militer Rusia Dihancurkan Ukraina, Terungkap Taktik Berani Gunakan 117 Drone

Terungkap taktik Ukraina menghancurkan 41 pesawat militer Rusia termasuk pesawat pengebom nuklir.

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto 41 Pesawat Pengebom Militer Rusia Dihancurkan Ukraina, Terungkap Taktik Berani Gunakan 117 Drone
DINAS KEAMANAN RUSIA via NEW YORK POST
PESAWAT RUSIA DIHANCURKAN - Tangkapan layar dari video drone Ukraina yang menghancurkan 41 pesawat Rusia pada Minggu (1/6/2025). 

 Serangan ini, yang dinamai "Operasi Jaring Laba-laba", disebut telah dirancang selama satu tahun enam bulan, dan dipimpin langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (1/6/2025), Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyebut, “Pesawat pengebom strategis musuh terbakar massal di Rusia.”

Mereka menyatakan bahwa operasi besar-besaran ini memang ditujukan untuk menghancurkan armada udara strategis Rusia.

Sumber keamanan Ukraina mengungkap bahwa serangan ini menggunakan drone tipe FPV kecil, yang secara diam-diam diselundupkan ke dalam wilayah Rusia.

Selanjutnya, pesawat nirawak tersebut disimpan di dalam kabin kayu yang dimuat di atas truk.

“Pada saat yang ditentukan, atap kabin dibuka secara remote, dan drone pun terbang menyerang pangkalan udara yang telah ditargetkan,” kata sumber SBU.

Video yang beredar menunjukkan momen peluncuran drone dari sebuah truk, disusul ledakan dan kepulan asap di lapangan udara Belaya, Irkutsk, Siberia.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengonfirmasi bahwa serangan memang berasal dari pesawat nirawak yang diluncurkan dari truk.

Zelensky menyebut, sebanyak 117 drone digunakan dalam serangan ini, dan masing-masing dikendalikan oleh pilot tersendiri.

“Satu tahun, enam bulan, sembilan hari dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ini operasi jarak jauh kami yang paling hebat,” tulis Zelensky di Telegram, sembari menyebut operasi ini “pasti akan tercatat dalam buku sejarah.”

Menurut SBU, serangan ini berhasil melumpuhkan 34 persen dari total armada pengebom strategis Rusia yang mampu membawa rudal jelajah, termasuk pesawat TU-95 “Bear”, TU-22M3 supersonik, dan A-50 yang berfungsi sebagai radar udara (AWACS).

Total kerugian Rusia, menurut klaim Ukraina, mencapai 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 114 triliun.

Hal yang membuat serangan tersebut begitu mengejutkan adalah efektivitas drone Ukraina dalam menembus pertahanan udara Rusia.

Sistem pertahanan seperti S-300 dan S-400 milik Rusia yang dirancang untuk mencegat rudal jarak jauh tidak mampu mendeteksi atau menghadang drone kecil yang diluncurkan dari jarak dekat.

Analis militer menyebut serangan ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempermalukan sistem pertahanan Rusia yang selama ini mengandalkan lapisan-lapisan rudal anti-serangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved