Efisiensi Anggaran
Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran di Amerika Serikat, Ratusan Ahli Cuaca Dipecat
Ada ratusan ahli cuaca dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di negara tersebut yang dipecat gegara efisiensi anggaran ini.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Selain Indonesia yang mengalami PHK di mana-mana, ternyata di negara lain juga demikian.
Salah satunya di Amerika Serikat.
Ada ratusan ahli cuaca dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di negara tersebut yang dipecat gegara efisiensi anggaran ini.
Elon Musk, pemimpin di Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) memberlakukan hal ini untuk mengurangi angka pekerja.
Baca juga: Walau Efisiensi Anggaran 4 Kelompok PNS Ini Tetap Berhak Terima THR 2025, Kapan Dicairkan?
Dilansir dari Kompas.com, Setelah melakukan pengurangan pegawai besar-besaran, pemerintah AS juga berupaya memprivatisasi layanan cuaca nasional, dengan menyerahkan prakiraan cuaca ke tangan perusahaan seperti AccuWeather.
Dikutip dari AFP, Jumat (28/2/2025), keputusan tersebut mendapat kecaman dari anggota kongres.
“Ratusan ilmuwan dan ahli di NOAA baru saja menerima berita yang ditakuti oleh setiap pekerja federal,” tulis anggota kongres Jared Huffman dari California dalam sebuah pernyataan.
“Membersihkan pemerintah dari para ilmuwan, ahli, dan pegawai negeri karir serta memangkas program-program mendasar akan mengorbankan banyak orang,” imbuhnya.
Menurut Huffman, warga AS telah bergantung pada NOAA untuk mendapatkan layanan prakiraan cuaca yang akurat dan gratis.
Baca juga: Apakah Efisiensi Anggaran untuk Bayar Hutang RI yang Jatuh Tempo 2025? Begini Respon Legislator PDIP
"Misi Musk membuat program-program penting terhenti. Masyarakat di seluruh negeri bergantung pada NOAA untuk mendapatkan prakiraan cuaca yang gratis dan akurat, peringatan cuaca buruk, dan informasi darurat," tambah Huffman.
Senada dengan anggota kongres, para aktivis lingkungan hidup juga menyuarakan keprihatinan mereka.
“Pemecatan massal yang dilakukan Trump terhadap NOAA adalah tindakan sabotase terhadap salah satu lembaga federal terpenting,” kata Miyoko Sakashita, direktur kelautan Pusat Keanekaragaman Hayati. B
Dia menambahkan, penghapusan lembaga tersebut akan menghambat program penyelamatan nyawa dalam meramalkan terjadinya badai, memastikan keamanan laut, dan mencegah kepunahan paus serta berang-berang laut.
Di tengah pengurangan ilmuwan NOAA secara besar-besaran, Trump justru menunjuk kembali ahli meteorologi Neil Jacobs menjadi kepala lembaga tersebut, meskipun pernah terlibat dalam sebuah skandal.
Diketahui, Jacobs, yang memimpin NOAA dari 2018 hingga 2021, pernah dikecam karena tunduk pada tekanan politik dan menyesatkan masyarakat tentang prakiraan badai.
Baca juga: 2 Hotel Besar di Gorontalo Rugi Miliaran Rupiah Gara-gara Efisiensi Anggaran Pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfshberyj.jpg)