Kamis, 12 Maret 2026

Pemilihan Presiden Amerika

Jangan Mudah Terkecoh Hitung Cepat, Ingat Pilpres AS 2020 Donald Trump Klaim Menang Ternyata Kalah

Pada Pilpres 2020, beberapa negara bagian menunjukkan fenomena "fatamorgana merah," di mana Donald Trump tampak memimpin pada malam pemilihan.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Jangan  Mudah Terkecoh Hitung Cepat, Ingat Pilpres AS 2020 Donald Trump Klaim Menang Ternyata Kalah
Tangkap Layar
Donald Trump dan Kamala Harris dalam Debat Pilpres AS 2024 pada hari Selasa (10/9/2024) 

Pennsylvania

Pennsylvania tidak memiliki pemenang yang jelas pada 2020 selama empat hari setelah hari pemilihan, sementara para pejabat terus memeriksa tumpukan besar surat suara.

Negara bagian ini merupakan salah satu dari segelintir negara bagian yang tidak mengizinkan petugas pemilu untuk memproses atau menghitung surat suara melalui pos sebelum pukul 07.00 waktu setempat pada hari pemilihan, yang berarti hasilnya kemungkinan baru akan diketahui setelah beberapa hari.

Karena lebih banyak pemilih Demokrat dibandingkan Republik yang memberikan suara melalui pos, hasil awal—yang didasarkan pada suara langsung pada hari pemilihan—kemungkinan akan menunjukkan Trump unggul. Namun, keunggulan tersebut kemungkinan akan berkurang seiring dengan dihitungnya lebih banyak surat suara melalui pos.

Pola yang terlihat pada 2020 mendorong Trump mengklaim adanya kecurangan. Tahun ini, undang-undang baru mengharuskan sebagian besar daerah untuk mengumumkan jumlah surat suara melalui pos yang masih harus dihitung pada tengah malam sebelum hari pemilihan, sebagai upaya untuk mencegah munculnya teori konspirasi.

Wisconsin

Seperti Pennsylvania, Wisconsin tidak mengizinkan petugas pemilu untuk memproses atau menghitung surat suara melalui pos hingga pagi hari pemilihan, yang berarti mungkin ada penundaan dalam pelaporan hasil suara awal tersebut.

Selain itu, banyak kota besar di negara bagian tersebut yang mengirimkan surat suara melalui pos ke lokasi terpusat untuk diproses dan dihitung. Ini dapat mengakibatkan sejumlah besar suara dilaporkan sekaligus pada Rabu dini hari.

Pada 2020, Trump dan para sekutunya secara keliru mengklaim adanya kecurangan setelah Milwaukee, kota terbesar di negara bagian itu, melaporkan hampir 170.000 surat suara belum datang sekitar pukul 03.30 pagi, yang menyebabkan Biden mengalami lonjakan suara tajam dan memimpin untuk pertama kalinya.

Peningkatan tersebut diperkirakan terjadi karena mekanisme pemrosesan surat suara di kota itu dan fakta bahwa pemilih Demokrat lebih cenderung memilih melalui pos. Pola yang sama mungkin akan terjadi pada tahun ini.

Baca juga: Hasil Sementara Pilpres AS: Trump Raup 99 Suara Elektoral, Harris 27

Georgia

Pemungutan suara secara langsung yang dilakukan lebih awal sangat populer di Georgia. Para pejabat memperkirakan 65 persen hingga 70 persen surat suara akan diberikan di lokasi pemungutan suara lebih awal.

Surat suara yang dikirim melalui pos atau tidak hadir, yang diperkirakan mencakup sekitar 5 persen dari total suara, dapat diproses mulai dua minggu sebelum pemilihan. Proses ini mencakup langkah-langkah seperti verifikasi tanda tangan. Namun, petugas harus menunggu hingga hari pemilihan untuk mulai menghitung surat suara tersebut.

Semua suara awal—baik yang diberikan secara langsung maupun melalui pos—harus dihitung dan dilaporkan paling lambat pukul 20.00 pada malam pemilihan, sesuai dengan undang-undang negara bagian. Para pejabat berusaha untuk menghitung semua suara, termasuk yang diterima pada hari pencoblosan, paling lambat tengah malam.

Surat suara dari luar negeri dan pemilih militer akan diterima hingga tiga hari setelah pemilihan, asalkan diberi cap pos paling lambat 5 November.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved