Kamis, 12 Maret 2026

Pemilihan Presiden Amerika

Rusia akan Tunggu Donald Trump Penuhi Janji untuk Akhiri Perang di Ukraina

Donald Trump pada Selasa (3/9/2024) mengeklaim punya rencana yang dijamin dapat mengakhiri perang Rusia-Ukraina. 

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Rusia akan Tunggu Donald Trump Penuhi Janji untuk Akhiri Perang di Ukraina
Tangkap Layar
Donald Trump 

TRIBUNGORONTALO.COM-Donald Trump pada Selasa (3/9/2024) mengeklaim punya rencana yang dijamin dapat mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Akan tetapi, ia hanya akan mengungkapkan rencana itu jika memenangi Pilpres AS 2024 yang akan digelar pada November nanti.

Mantan presiden AS dan calon presiden dari Partai Republik tersebut saat ini tengah terkunci dalam persaingan ketat dengan rivalnya dari Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris.

“Jika saya menang, sebagai presiden terpilih, saya akan membuat kesepakatan, dijamin. Itu adalah perang yang seharusnya tidak terjadi,” kata Trump dalam podcast Lex Fridman yang dirilis pada Selasa.

“Saya memiliki rencana yang sangat tepat untuk menghentikan Ukraina dan Rusia, dan saya juga memiliki ide tertentu untuk China,” tambahnya, sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca juga: Donald Trump Menang Pilpres AS, Bagaimana Nasib Gaza?

Dan saat ini Rusia mengomentari kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS yang dilaksanakan pada 5 November 2024.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Donald Trump telah membuat pernyataan penting selama kampanyenya tentang kemampuannya untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Menurutnya, hanya waktu yang dapat membuktikan apakah pernyataan itu mengarah pada tindakan.

"Janganlah kita lupa bahwa kita sedang berbicara tentang negara yang tidak bersahabat, yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam perang (di Ukraina) melawan negara kita," kata Dmitry Peskov kepada wartawan, Rabu (6/11/2024).

Dmitry Peskov mengatakan tidak mengetahui adanya rencana Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk memberi selamat kepada Donald Trump atas kemenangannya.

Ia mengatakan hubungan Rusia dengan Washington sedang pada titik terendah karena AS adalah pendonor militer utama untuk Ukraina.

Namun, ia menekankan AS dapat membantu menciptakan perdamaian dan mengakhiri perang di Ukraina.

"Kami telah berulang kali mengatakan AS mampu berkontribusi untuk mengakhiri konflik ini," katanya.

"Ini tidak dapat dilakukan dalam waktu semalam. Tetapi, AS mampu mengubah arah kebijakan luar negerinya," lanjutnya, merujuk pada klaim Donald Trump.

Dmitry Peskov mengatakan Rusia akan menunggu kebijakan Donald Trump terhadap perang di Ukraina setelah ia resmi dilantik pada Januari tahun depan.

Baca juga: Bagaimana Nasib Gaza setelah Donald Trump Menang di Pilpres AS?, Bisa Jadi Israel Punya Wilayah Baru

"Akankah ini terjadi? Dan jika ya, bagaimana? Kita akan lihat setelah (pelantikan presiden AS) Januari," tambahnya, seperti diberitakan Reuters.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved