Pemilihan Presiden Amerika
Jangan Mudah Terkecoh Hitung Cepat, Ingat Pilpres AS 2020 Donald Trump Klaim Menang Ternyata Kalah
Pada Pilpres 2020, beberapa negara bagian menunjukkan fenomena "fatamorgana merah," di mana Donald Trump tampak memimpin pada malam pemilihan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/jfdjdsfjsdnsndnajakj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Pada Pilpres 2020, beberapa negara bagian menunjukkan fenomena "fatamorgana merah," di mana Donald Trump tampak memimpin pada malam pemilihan.
Namun kemudian terjadi "pergeseran biru" saat surat suara yang cenderung dipilih oleh lebih banyak pemilih Demokrat mulai dihitung.
Hasil penghitungan suara cepat di negara-negara bagian penentu Pemilihan Presiden Amerika Serikat tidak mencerminkan siapa yang akan keluar sebagai presiden terpilih, apakah kandidat Demokrat Kamala Harris atau saingannya dari Partai Republik, Donald Trump.
Para ahli memperingatkan bahwa aturan penghitungan suara yang beragam di sejumlah negara bagian kunci membuat hasil hitung cepat sulit dilakukan.
Pada pemilihan umum 2020, beberapa negara bagian menunjukkan fenomena "fatamorgana merah," di mana Donald Trump tampak memimpin pada malam pemilihan.
Namun kemudian terjadi "pergeseran biru" saat surat suara yang cenderung dipilih oleh lebih banyak pemilih Demokrat mulai dihitung, lalu kemudian Joe Biden menyalip Trump.
Baca juga: Presiden RI Prabowo Subianto Hapus Utang Macet Pelaku UMKM
Pilpres AS 2024 diikuti dua kandidat kala itu Joe Biden dan Donald Trump dan keluar sebagai pemenang Joe Biden.
Para ahli telah meramalkan dengan tepat bahwa pergeseran ini akan terjadi, tetapi Donald Trump tetap memanfaatkan perubahan tersebut untuk memperkuat klaimnya bahwa terjadi kecurangan dalam pemilu.
Peristiwa itu dapat terulang kembali pada minggu ini, terutama di Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin.
Sebaliknya, "fatamorgana biru" yang awalnya menunjukkan hasil yang menguntungkan bagi Kamala Harris, bisa diikuti oleh "pergeseran merah" yang mengubah tren, terutama di negara bagian North Carolina dan Georgia, pada minggu ini.
Tim kampanye Trump menyatakan niatnya untuk mengumumkan kemenangan saat mereka yakin telah mengantongi 270 suara Electoral College yang diperlukan untuk memenangkan pemilihan.
Namun, pengumuman itu mungkin dilakukan terlalu cepat, tergantung pada jumlah suara yang belum dihitung dan asal suara-suara tersebut.
Baca juga: MAKI Gugat UU KPK ke MK, Minta agar Capim KPK Diseleksi Prabowo
Segala sesuatunya akan bergantung pada cara dan waktu pemrosesan serta penghitungan surat suara yang dikirim melalui pos atau surat suara awal di berbagai negara bagian.
Faktor lainnya adalah bahwa Demokrat cenderung tinggal di daerah perkotaan yang lebih padat penduduknya, sehingga penghitungan suara membutuhkan waktu lebih lama.
Ada tujuh negara bagian kunci yang dapat menentukan hasil pemilihan, dan masing-masing memiliki aturan berbeda dalam menangani serta menghitung surat suara. Berikut adalah hal-hal yang diharapkan pada hari pemilihan dan setelahnya:
| Rusia akan Tunggu Donald Trump Penuhi Janji untuk Akhiri Perang di Ukraina |
|
|---|
| Ini Janji Kamala Harris saat Dikalahkan Donald Trum dalam Pemilihan Presiden Amerika |
|
|---|
| Bagaimana Nasib Gaza setelah Donald Trump Menang di Pilpres AS?, Bisa Jadi Israel Punya Wilayah Baru |
|
|---|
| Donald Trump Kini Kembali Jadi Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Dulu Jadi Presiden Tahun 2017 |
|
|---|
| Pilpres Amerika Serikat Telan Biaya 15,9 Miliar Dolar, Jadi Pilpres Termahal Dalam Sejarah |
|
|---|