Rabu, 18 Maret 2026

Update Kabar Dunia

Netanyahu Dituding Korbankan Tahanan Israel untuk Kepentingan Politik

Pada hari yang sama, pasukan Israel berhasil menemukan enam jenazah tahanan Israel yang sebelumnya ditawan dan tewas akibat serangan militer Israel se

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Netanyahu Dituding Korbankan Tahanan Israel untuk Kepentingan Politik
Getty
Reruntuhan permukiman Palestina. 

Dukungan terhadap kebijakan perang Netanyahu semakin tinggi pada Desember 2023, dengan tingkat persetujuan antara 76 persen hingga 84 persen.

Sikap ini mencerminkan pandangan yang lebih luas di kalangan Yahudi Israel, di mana kebanyakan dari mereka percaya bahwa warga Palestina tidak seharusnya memiliki otonomi sendiri.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, juga turut mengkritik Netanyahu atas kegagalannya mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Biden secara terbuka menyatakan bahwa Netanyahu tidak melakukan upaya yang cukup untuk menyelamatkan tahanan Israel. 

Pernyataan Biden ini bertentangan dengan pejabat pemerintahnya sendiri, termasuk Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dan Wakil Direktur CIA David Cohen, yang sebelumnya menyalahkan perlawanan Palestina atas gagalnya negosiasi gencatan senjata.

Meskipun demikian, Netanyahu terus mempertahankan dukungan kuat dari sebagian besar warga Israel dan Yahudi Amerika, yang mendukung kampanye militernya di Gaza.

Selama sebelas bulan terakhir, Netanyahu telah mengklaim berhasil menemukan 37 jenazah pemukim yang tewas akibat serangan di Gaza.

Namun, statistik menunjukkan bahwa sikap dehumanisasi terhadap warga Palestina di kalangan warga Yahudi Israel masih sangat kuat.

 Jajak pendapat pada 2016 menunjukkan bahwa mayoritas Yahudi Israel (79 persen) percaya bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan lebih baik dibandingkan dengan non-Yahudi, termasuk warga Palestina.

Sikap inilah yang mendukung kebijakan perang Netanyahu, di mana sebagian besar warga Israel menolak gencatan senjata dan mendukung tindakan militer yang berakibat pada kematian ribuan warga Palestina. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved