Selasa, 10 Maret 2026

Judi Online

Tanggapan Sosiolog Momy Hunowu Soal Fenomena Judi Online

Sosiolog IAIN Sultan Amai Gorontalo, Momy Hunowu, melihat fenomena tersebut dapat terjadi karena sejumlah hal.

Tayang:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Tanggapan Sosiolog Momy Hunowu Soal Fenomena Judi Online
Dok Momy Hunowu
Sosiolog IAIN Sultan Amai Gorontalo, Momy Hunowu 

Lagi-lagi, kemudahan yang ditawarkan judi online menjadi hiburan yang menggiurkan.

"Dalam kondisi seperti ini, kesenangan dan hiburan menjadi kebutuhan utama, dan judi online menawarkan bentuk hiburan yang mudah diakses dan menarik. atau bahkan sekadar melarikan diri dari kenyataan yang menekan," tutur Momy.

Fenomena judi online makin dianggap normal Ketika satu pejabat melakukannya, alih-alih mendapat sanksi sosial, malah dicontoh oleh kolega lainnya.

Terakhir, Momy juga menyebutkan di beberapa kasus judi online yang dilakukan para pejabat negara, disebabkan karena aspek agama.

"Dalam beberapa kasus, terjeratnya kaum berdasi dalam judi online dapat mencerminkan krisis moral dan etika. Dangkalnya pemahaman agama dan menjauh dari ketenangan spiritual yang ditawarkan agama," kata Momy.

Tergerusnya moral dan etika serta dangkalnya pemahaman agama, sambung Momy, membuat para pejabat negara mengambil keputusan yang tidak bijaksana. Sekalipun mereka adalah orang yang dihormati dan disegani.

"Daripada melakukan korupsi untuk menyuap demi mempertahankan kekuasaan, yang akan berdampak pidana, lebih aman kiranya  berjudi online," tandasnya.

Diketahui, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat transaksi dari aktivitas judi online mencapai Rp 600 triliun periode Januari-Maret 2024, melansir dari Tribunnews.com. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved