Judi Online
Tanggapan Sosiolog Momy Hunowu Soal Fenomena Judi Online
Sosiolog IAIN Sultan Amai Gorontalo, Momy Hunowu, melihat fenomena tersebut dapat terjadi karena sejumlah hal.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosiolog-IAIN-Sultan-Amai-Gorontalo-Momy-Hunowu-8888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tanggapan Sosiolog, Momy Hunowu terkait maraknya fenomena judi online
Belakangan ini, judi online marak terjadi di berbagai lapisan masyarakat, hingga menyentuh kalangan pejabat negara.
Sosiolog IAIN Sultan Amai Gorontalo, Momy Hunowu, melihat fenomena tersebut dapat terjadi karena sejumlah hal.
Momy menyebutkan ragam aspek yang menjadi latar belakang mengapa kalangan berdasi dapat terlibat aktivitas judi online.
Dua aspek pertama yang ia soroti yakni aspek sosial dan ekonomi.
Penghasilan para pejabat yang terbilang stabil bahkan berlimpah, menurut Momy, membentuk gaya hidup yang penuh obsesi untuk terus mengejar status ekonomi kelas atas yang dielu-elukan.
Tak ayal, obsesi itu lahir untuk memenuhi ekspektasi pendukungnya.
"Kaum berdasi tak jarang menghadapi tekanan sosial dan ekonomi yang tinggi. Mereka merasa dituntut untuk mempertahankan gaya hidup serta memenuhi ekspektasi dan permintaan para pendukung," kata Momy kepada TribunGorontalo.com, Jumat (28/6/2024).
Bak gayung bersambut, aspek kecanggihan teknologi kemudian mewadahi tekanan yang dirasakan oleh oknum wakil rakyat ini.
Aktivitas judi online adalah proses yang dapat diakses dengan cepat dan mudah.
Momy melihat peluang ini menjadi opsi pelarian menarik.
"Judi online dapat menjadi pelarian dari tekanan ini, menawarkan harapan cepat untuk memperoleh uang tambahan," tukasnya.
Selanjutnya, Momy menyebutkan aspek beban kerja yang menumpuk juga menjadi faktor penyebab para pejabat negara melakukan judi online.
"Beban kerja yang berat dan tanggung jawab yang tinggi dapat membuat kaum berdasi mencari cara untuk meredakan stres dan tekanan," sebutnya.
Sementara, Momy menilai, meski mengemban beban kerja dan tanggung jawab besar, kaum berdasi sebetulnya memiliki cukup banyak Waktu luang.
| Terungkap Penyebab Judi Online Menjamur di Indonesia, 30 Ribu Rekening Diblokir OJK Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Eks Pegawai Kominfo RI yang Terlibat Kasus Judol Kini Dituntut 7 hingga 9 Tahun Penjara |
|
|---|
| Bansos Disalahgunakan untuk Judi Online dan Terorisme, DPR Desak Investigasi Tuntas |
|
|---|
| Eks Pegawai Kominfo Akui Bekingi 500 Situs Judol: 'Rp5 Juta per Domain per Bulan |
|
|---|
| Terbongkar di Sidang: Adhi Kismanto Orang Titipan Menteri, Lindungi Situs Judi, Minta Gaji Rp17 Juta |
|
|---|