Berita Lingkungan
80 Persen Lahan Cagar Alam Tanjung Panjang Pohuwato Gorontalo Rusak! Tersisa Kurang dari Seribu Ha
Sebanyak 80 persen atau sekitar 2.350 hektare dari total luasan tersebut telah rusak akibat alih fungsi menjadi tambak.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tambak-dalam-cagar-alam-Tanjung-Panjang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Cagar Alam Tanjung Panjang, sebuah kawasan konservasi mangrove seluas 3.174 hektare di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kini dalam kondisi memprihatinkan.
Sebanyak 80 persen atau sekitar 2.350 hektare dari total luasan tersebut telah rusak akibat alih fungsi menjadi tambak.
Kerusakan ini terjadi secara perlahan, sejak tahun 1990-an. Awalnya, masyarakat sekitar hanya membuka tambak di tepi-tepi kawasan cagar alam.
Namun, seiring berjalannya waktu, lahan tambak semakin meluas hingga ke bagian dalam kawasan.
Pembukaan tambak ini tentu saja berdampak negatif bagi lingkungan. Mangrove yang merupakan vegetasi penting bagi ekosistem pesisir, telah hilang sebagian besar.
Baca Selanjutnya: Mengenal ca panua cagar alam pohuwato gorontalo yang kini ditinggali ribu burung maleo
Hal ini menyebabkan berkurangnya fungsi mangrove sebagai penahan abrasi, pencegah intrusi air laut, dan habitat bagi berbagai jenis biota laut.
Pemerintah telah berupaya untuk menghentikan kerusakan Cagar Alam Tanjung Panjang.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Sulawesi Utara Seksi Wilayah II Gorontalo telah mencoba berbagai upaya pencegahan.
Nyatanya, Imbauan, pemasangan papan informasi, hingga surat teguran dari Komnas HAM tak mempan untuk para perusak wilayah ini.
Kepala BKSDA Wilayah Gorontalo, Syamsudin Hadju mengakui upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Masyarakat sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai petambak, masih enggan menghentikan kegiatan mereka. Mereka beralasan bahwa tambak merupakan mata pencaharian utama mereka.
Baca Selanjutnya: Selamat hari gunung internasional desember cek sejarahnya
"Sangat memprihatinkan," ungkap Syam saat dihubungi Tribun Gorontalo, Kamis (18/1/2024).
Saat ini lanjut Syamsudin, pihaknya telah melarang penambahan atau percetakan baru lahan tambak di Cagar Alam Tanjung Panjang.
"Intinya, kami telah melarang mereka untuk tidak lagi menambah atau membuka baru lahan tambak di CA Tanjung Panjang. Karena telah merusak," ujarnya.
Disamping itu, terang Syamsudin, pihaknya pula saat ini telah rutin melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat untuk mengingatkan ancaman dari kerusakan Cagar Alama Tanjung Panjung ke depan.
| Banjir Pohuwato Tak Bisa Disalahkan ke PETI Saja, Ini Kata WALHI Gorontalo |
|
|---|
| Gercep! Tim Kebersihan Pastikan Sampah Sisa Tahun Baru di Kota Gorontalo Tak Kesiangan |
|
|---|
| TPA Talumelito Gorontalo Masih Andalkan Cara 'Kuno' Kelola Sampah, Anggaran Tak Sampai Rp 1 Miliar |
|
|---|
| Tumpukan Sampah di Danau Limboto Kian Mengkhawatirkan, Warga dan Nelayan Mengeluh Bau Busuk |
|
|---|
| Jadi Rest Area Burung Migran dari Berbagai Negara, Kondisi Danau Limboto Gorontalo Disorot Aktivis |
|
|---|