Berita Lingkungan
Selamat Hari Gunung Internasional 11 Desember 2023, Cek Sejarahnya
Peringatan Hari Gunung Internasional untuk menciptakan kesadaran tentang pentingnya gunung dalam kehidupan manusia.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Hari Gunung Internasional adalah perayaan tahunan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2003.
Peringatan Hari Gunung Internasional untuk menciptakan kesadaran tentang pentingnya gunung dalam kehidupan manusia.
Juga sekaligus menyoroti peluang dan kendala dalam pembangunan gunung, dan membangun aliansi yang akan membawa perubahan positif secara global bagi masyarakat dan lingkungan di pegunungan.
Gunung adalah rumah bagi 15 persen dari populasi dunia, menjadi tuan rumah sekitar setengah dari hotspots keanekaragaman hayati dunia.
Sekaligus, gunung menyediakan air segar untuk kehidupan sehari-hari bagi setengah populasi manusia.
Terutama, gunung juga mendukung pertanian dan menyuplai energi bersih serta obat-obatan.
Hari Gunung Internasional jatuh pada 11 Desember. Tahun ini, jatuh pada hari Senin.
Tema untuk 2023 adalah Memulihkan Ekosistem Gunung. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang relevansi ekosistem gunung.
Menurut situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York meluncurkan Tahun Internasional Gunung pada 11 Desember 2001.
Kemudian, pada tahun 2002, Tahun Internasional Gunung ditandai dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan memicu tindakan terkait pemeliharaan gunung yang berkelanjutan.
Pada 20 Desember 2002, PBB menetapkan 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional. Mereka mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan pemeliharaan gunung yang berkelanjutan.
Hari Gunung Internasional pertama kemudian diperingati sejak 11 Desember 2003. Setiap tahun, tema ditetapkan untuk hari ini yang fokus pada berbagai isu, termasuk air tawar, perdamaian, keanekaragaman hayati, atau perubahan iklim.
Gunung menutupi sekitar 27 persen dari permukaan tanah Bumi dan menjadi tuan rumah sekitar setengah dari hotspots keanekaragaman hayati dunia.
Mereka juga menyediakan air tawar untuk setengah populasi manusia. Mereka juga menjadi rumah bagi beragam tanaman dan hewan yang luar biasa serta komunitas yang beragam budaya dengan bahasa dan tradisi yang berbeda.
Namun, gunung menderita dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, penting untuk memperingati Hari Gunung Internasional untuk mengingatkan komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah guna melindungi keanekaragaman hayati mereka.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/29062022_Puncak-Tilongkabila_Gorontalo.jpg)