Berita Internasional

Langkah Berani Netflix, Beli Warner Bros dan HBO Max Pakai Cash

Netflix dilaporkan mengambil langkah agresif demi mengamankan akuisisi Warner Bros. Studios dan HBO Max dengan mengajukan penawaran tunai penuh

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
AKUISISI -- Netflix mengubah strategi akuisisinya dengan mengajukan penawaran tunai penuh untuk Warner Bros. 
Ringkasan Berita:
  • Netflix mengubah strategi akuisisinya dengan mengajukan penawaran tunai penuh untuk Warner Bros. Studios dan HBO Max.
  • Langkah ini menunjukkan keseriusan Netflix memenangkan persaingan dan memberi kepastian nilai bagi pemegang saham Warner Bros
  • Discovery. Jika terwujud, akuisisi ini berpotensi mengubah peta persaingan industri streaming global.

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Netflix dilaporkan mengambil langkah agresif demi mengamankan akuisisi Warner Bros.

Studios dan HBO Max dengan mengajukan penawaran tunai penuh (all-cash offer).

Keputusan ini menandai keseriusan raksasa streaming tersebut untuk memenangkan perebutan dua aset hiburan paling bernilai di Hollywood, di tengah persaingan ketat dengan penawar lain.

Berdasarkan laporan tertanggal 20 Januari 2026, Netflix secara resmi mengubah struktur penawarannya yang semula berupa kombinasi uang tunai dan saham menjadi pembayaran sepenuhnya dalam bentuk uang tunai.

Langkah ini disebut bertujuan meningkatkan kepastian nilai transaksi sekaligus mempercepat persetujuan dari para pemegang saham Warner Bros. Discovery.

Dengan skema all-cash offer, Netflix menawarkan nilai tetap tanpa terpengaruh fluktuasi harga saham.

Strategi ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Netflix siap mengeluarkan dana besar demi mengamankan Warner Bros

Studios, rumah produksi legendaris dengan portofolio waralaba film dan serial kelas dunia, serta HBO Max, platform streaming premium yang memiliki reputasi kuat secara global.

Dalam struktur kesepakatan yang beredar, Netflix hanya membidik unit studio film dan televisi Warner Bros serta layanan streaming HBO Max.

Sementara itu, jaringan televisi kabel linear milik Warner Bros. Discovery diperkirakan tidak termasuk dalam transaksi dan tetap berada di bawah kendali perusahaan induk.

Baca juga: Pesan Mendalam Wabup Gorontalo Tonny Junus saat Lepas Kirab Bendera Pusaka Hari Patriotik ke-84

Para eksekutif Warner Bros. Discovery sebelumnya telah menyebut studio dan layanan streaming sebagai aset jangka panjang paling berharga.

Oleh karena itu, pelepasan dua unit ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi beban utang sekaligus membuka nilai maksimal bagi pemegang saham.

Langkah Netflix ini juga memperketat persaingan akuisisi. Paramount Global bersama Skydance Media dilaporkan mengajukan penawaran tandingan dengan valuasi lebih tinggi terhadap Warner Bros. Discovery secara keseluruhan.

Konsorsium tersebut disebut menaksir nilai perusahaan di atas US$100 miliar, namun dengan cakupan aset yang lebih luas, termasuk jaringan televisi kabel tradisional.

Sejumlah analis menilai pendekatan Netflix lebih fokus dan berpotensi lebih mudah dieksekusi.

Penawaran yang hanya menyasar studio dan HBO Max dinilai lebih sederhana dari sisi struktur transaksi, regulasi, serta pembiayaan, dibanding proposal pesaing yang mencakup hampir seluruh lini bisnis Warner Bros. Discovery.

Bagi Netflix, akuisisi ini akan menjadi lompatan strategis besar. Dengan menguasai Warner Bros.

Studios, Netflix akan memiliki kendali langsung atas katalog konten film dan serial berskala global, sekaligus mengurangi ketergantungan pada lisensi pihak ketiga.

Sementara itu, pengambilalihan HBO Max berpotensi memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi Netflix dalam persaingan layanan streaming premium.

Namun, langkah Netflix rela membayar tunai penuh ini juga memicu beragam reaksi publik.

Di media sosial, sebagian pengguna mengkhawatirkan konsolidasi industri streaming yang semakin masif.

Kekhawatiran tersebut mencakup potensi kenaikan harga langganan, menyusul tren kenaikan tarif yang sudah terjadi di berbagai platform streaming global.

Selain itu, ada pula kekhawatiran bahwa semakin sedikitnya studio besar independen dapat mempercepat kemunduran media fisik dan distribusi bioskop.

Sejumlah pihak menilai jika Warner Bros benar-benar berada di bawah kendali Netflix, maka pola rilis film ke layar lebar, DVD, dan Blu-ray bisa semakin terpinggirkan.

Dari sisi regulasi, rencana akuisisi ini dipastikan akan menghadapi pengawasan ketat.

Otoritas persaingan usaha di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan akan meneliti dampak kesepakatan tersebut terhadap persaingan pasar, pilihan konsumen, serta potensi dominasi Netflix di industri hiburan global.

Hingga kini, Netflix dan Warner Bros. Discovery belum mengumumkan adanya kesepakatan final maupun jadwal penutupan transaksi.

Di sisi lain, minat dari Paramount Global dan Skydance Media masih terus memberi tekanan, membuat pemegang saham Warner Bros.

Discovery harus menimbang antara kepastian nilai tunai yang ditawarkan Netflix atau potensi valuasi lebih besar dari penawar lain.

Satu hal yang jelas, keputusan Netflix rela membayar tunai demi mendapatkan Warner Bros.

Studios dan HBO Max menandai babak baru dalam konsolidasi industri hiburan, yang dampaknya berpotensi mengubah cara konten diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi di seluruh dunia.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 24 Februari 2026 (6 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:19
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:16

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved