Impor Mobil India
Minta Pemerintah Tak Buru-buru Impor 105 Ribu Pikap dari India DPR: Tunggu Presiden Pulang
DPRD RI meminta agar pemerintah atau dalam hal ini PT Agrinas Pangan Nusantara tak buru-buru membeli mobil produk India.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/IMPOR-MOBIL-Wakil-Ketua-DPR-RI-Sufmi-Dasco-Ahmad-turut-merespons-soal-polemik-r.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India karena Presiden Prabowo Subianto masih melakukan lawatan ke luar negeri.
- Dasco menegaskan, pembahasan lanjutan akan dilakukan setelah presiden kembali, termasuk mempertimbangkan kesiapan industri otomotif dalam negeri.
- Rencana impor tersebut menuai kritik, salah satunya dari KSPSI yang menilai kebijakan itu berpotensi berdampak pada industri dan tenaga kerja otomotif nasional.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- DPRD RI meminta agar pemerintah atau dalam hal ini PT Agrinas Pangan Nusantara tak buru-buru membeli mobil produk India.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan rencana itu harus menunggu kepulangan Presiden RI, Prabowo Subianto dari lawatannya ke luar negeri.
Sebelumnya diketahui, pemerintah rencana membeli 105 ribu unit kendaraan pikap dari India.
Ribuan kendaraan itu diproyeksikan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurut Dasco, pembahasan rencana impor tersebut sementara diminta untuk tidak dilanjutkan lebih dulu.
Pertimbangan utama penundaan itu karena Presiden RI Prabowo Subianto masih menjalani agenda kunjungan kerja ke luar negeri, yakni ke Amerika Serikat dan dilanjutkan ke Turki.
Baca juga: Sejarah Masjid Hunto Sultan Amai Gorontalo, Dibangun Sebagai Mahar Raja
“Pesan sudah saya sampaikan kepada pemerintah agar rencana impor 105 ribu kendaraan dari India itu ditahan dulu, mengingat presiden masih berada di luar negeri,” ujar Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dasco menjelaskan, setelah Presiden Prabowo kembali ke Tanah Air, pembahasan mengenai rencana impor tersebut dipastikan akan dilakukan secara menyeluruh bersama jajaran pemerintah. Ia menyebutkan bahwa keputusan tidak akan diambil secara tergesa-gesa.
Menurutnya, presiden juga akan menaruh perhatian pada aspek kesiapan industri otomotif nasional sebelum menentukan langkah lanjutan terkait rencana impor kendaraan tersebut.
“Setelah presiden pulang, tentu akan ada pembahasan yang lebih detail, termasuk perhitungan dan pendapat terkait kemampuan perusahaan otomotif dalam negeri,” kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu.
Ia menegaskan kembali bahwa permintaan penundaan ini dimaksudkan agar seluruh pertimbangan dapat dikaji secara matang.
“Karena itu kami minta rencana ini ditunda terlebih dahulu,” ucapnya.
Rencana Impor Kendaraan dari India
Sebagai informasi, pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara tengah menyiapkan rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan yang akan diimpor dari India.
Kendaraan tersebut direncanakan untuk menunjang kegiatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Rincian rencana impor meliputi:
- 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra,
- 35.000 unit mobil pikap 4x4, serta
- 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.