Impor Mobil India
Minta Pemerintah Tak Buru-buru Impor 105 Ribu Pikap dari India DPR: Tunggu Presiden Pulang
DPRD RI meminta agar pemerintah atau dalam hal ini PT Agrinas Pangan Nusantara tak buru-buru membeli mobil produk India.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/IMPOR-MOBIL-Wakil-Ketua-DPR-RI-Sufmi-Dasco-Ahmad-turut-merespons-soal-polemik-r.jpg)
Rencana tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan dan kritik dari berbagai kalangan.
KSPSI Soroti Dampak ke Industri dan Buruh
Penolakan terhadap rencana impor ini juga disampaikan oleh Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat.
Ia menilai kebijakan impor kendaraan dalam jumlah besar tidak memiliki dasar yang kuat.
Menurut Jumhur, Indonesia sejatinya telah lama memiliki kemampuan di sektor industri otomotif, bahkan menjadi negara pengekspor kendaraan selama puluhan tahun.
Ia menyebutkan, hingga 2025, ekspor mobil dari Indonesia telah mencapai jutaan unit dan menjangkau puluhan negara.
Selain itu, ia juga menyinggung kondisi pasar otomotif domestik yang tengah mengalami perlambatan.
Di sejumlah perusahaan, langkah efisiensi seperti pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja disebut sudah terjadi.
Dalam kondisi tersebut, Jumhur berpandangan bahwa pembelian kendaraan dalam skala besar oleh pemerintah seharusnya diarahkan pada produk dalam negeri, bukan justru melalui impor.
Ia menegaskan bahwa kemampuan industri otomotif nasional tidak bisa dianggap lemah, mengingat capaian ekspor yang selama ini telah dibuktikan ke pasar global.(*)