Senin, 9 Maret 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

AirNav Bungkam soal Komunikasi Terakhir Pilot Pesawat ATR 42-500 hingga Black Box dan CVR Ditemukan

 General Manager (GM) AirNav MATSC, Kristanto masih bungkam soal komunikasi terakhir pilot ATR 42-500.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto AirNav Bungkam soal Komunikasi Terakhir Pilot Pesawat ATR 42-500 hingga Black Box dan CVR Ditemukan
Tribun Timur
PESAWAT JATUH - Upaya pencarian Pesawat ATR-500 yang jatuh di Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu 18 Januari 2026. 

“Kita akan kumpulkan ciri-ciri post mortem, sementara data ante mortem sudah kami kumpulkan. Setelah itu baru dilakukan rekonsiliasi atau pencocokan data. Jika sudah cocok, baru akan kami sampaikan,” katanya.

Ia menegaskan, kecepatan bukan menjadi prioritas utama dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ini. 

Ketepatan dan keakuratan data menjadi hal yang paling penting agar tidak terjadi kesalahan fatal.

“Kami tidak boleh salah mengembalikan jenazah kepada keluarga korban. Karena jenazah baru masuk, kami mohon semua pihak bersabar,” tegas Didik.

8 Korban Pesawat ATR Masih Dicari, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Tim SAR Gabungan pantang menyerah berjuang menemukan 8 penumpang dan kru pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Rabu (21/1/2026) memasuki hari keenam pencarian. Dua dari sepuluh korban berhasil ditemukan.

 Polisi menurunkan anjing pelacak (K9) untuk mencari 8 korban lainnya.

Penurunan K9 ini sempat tertunda akibat cuaca ekstrem yang melanda lokasi pencarian selama beberapa hari terakhir.

Kapolres Pangkep, AKBP Muh Husni Ramli, mengatakan pihaknya mendapat tambahan bantuan berupa tim K9 dari Ditsabhara Polda Sulsel untuk memperkuat upaya pencarian di medan ekstrem.

“Kita ada tambahan bantuan tim yaitu tim K9 dari Ditsabhara Polda Sulsel,” ujar AKBP Muh Husni Ramli.

Ia mengaku, setibanya di lokasi, tim K9 langsung diberangkatkan menuju Pos 9 atau daerah puncak Gunung Bulusaraung.

 “Semoga bisa membantu dan mendukung pencarian korban,” ungkapnya.

Tim K9 yang diturunkan terdiri dari 11 personel bersama satu ekor anjing pelacak. 

Fokus pencarian diarahkan ke area serpihan pesawat yang telah diidentifikasi sebelumnya.

“Lokasi difokuskan di daerah serpihan pesawat dan dikoordinasikan dengan tim di atas untuk membantu mendukung fasilitas menurunkan anjing ini ke lokasi serpihan,” ujarnya.

Menurutnya, K9 tersebut memiliki kemampuan khusus dalam mendeteksi keberadaan jenazah sehingga diharapkan dapat memberikan hasil maksimal dalam pencarian.

“Kita punya harapan besar karena memang punya spesifikasi terkait mayat sehingga harapannya K9 ini bisa sampai di lokasi dan mendukung pencarian,” jelasnya.

AKBP Muh Husni Ramli juga mengungkapkan alasan keterlambatan penurunan K9 ke lokasi pencarian disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

“Kenapa K9 ini baru bisa diturunkan itu karena kondisi cuaca yang memungkinkan hari ini baru bisa diturunkan,” kata dia.

Ia menambahkan, selama beberapa hari terakhir tim SAR di atas menghadapi kesulitan luar biasa akibat cuaca dan medan yang berat.

“Karena kita lihat beberapa hari ini kondisi tim di atas setengah mati untuk sampai di lokasi,” ujarnya.

“Hari ini dipastikan juga sama tim di atas K9 sudah bisa naik jadi baru bisa dikirim,” tambah dia.

Ke depan, kata dia, koordinasi dengan Basarnas akan terus dilakukan. 

Jika keberadaan K9 dinilai sangat membantu, pihak kepolisian membuka kemungkinan penambahan personel dan anjing pelacak dari Polda Sulsel.

“Tiap hari kita berkoordinasi dengan Basarnas, jika K9 ini sangat mendukung kami akan minta pertambahan dari Polda Sulsel,” jelasnya. (*/TribunTimur)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Black Box dan CVR Ditemukan, Tim SAR Gabungan Evakuasi Ekor Pesawat

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved