Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
AirNav Bungkam soal Komunikasi Terakhir Pilot Pesawat ATR 42-500 hingga Black Box dan CVR Ditemukan
General Manager (GM) AirNav MATSC, Kristanto masih bungkam soal komunikasi terakhir pilot ATR 42-500.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pesawat-ATR-500-yang-jatuh-di-Pangkep-888888.jpg)
Ringkasan Berita:
- AirNav MATSC masih bungkam soal komunikasi terakhir pilot ATR 42-500.
- Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung
- SAR gabungan mengevakuasi benda yang diduga black box dan Cockpit Voice Recorder (CVR)
TRIBUNGORONTALO.COM - General Manager (GM) AirNav MATSC, Kristanto masih bungkam soal komunikasi terakhir pilot ATR 42-500.
Kristanto memilih bungkam terkait percakapan krusial sebelum pesawat dinyatakan hilang kontak.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026)
Lima hari berlalu, tanda tanya besar masih menyelimuti peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut.
Banyak penasaran terkait komunikasi terakhir antara pilot dan petugas menara navigasi udara.
Pihak Air Navigation (AirNav) Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC) masih terbatas memberikan informasi.
Mereka hanya menjelaskan soal arahan koreksi jalur penerbangan bukan soal kondisi pesawat maupun respons pilot
Sebelumnya, pesawat dengan registrasi PK-THT itu dilaporkan kehilangan komunikasi setelah menerima arahan terakhir dari Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Centre (MATSC).
GM AirNav MATSC, Kristanto, belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh terkait percakapan antara pilot ATR 42-500 dan petugas air traffic controller (ATC).
Kristanto saat ditemui di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (21/1/2026) justru menghindar saat dimintai konfirmasi.
"Siap-siap,” ucapnya singkat sambil berjalan menuju kendaraannya dan meninggalkan lokasi saat kunjungan Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana.
Dirut AirNav Buka Fakta Baru: ATC Tak Pernah Arahkan ATR 42-500 ke Gunung Bulusaraung
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt, Avirianto Suratno mengungkap, pihak Air Traffic Control (ATC) mengarahkan pesawat ATR 42-500 untuk mendarat ke runway 21 di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros.
Avirianto menyebutkan, ATC tidak pernah meminta pesawat ATR untuk terbang menuju arah pegunungan Bulusaraung sebelum mendarat.
Sebagai informasi, jalur pendaratan runway 21 berada di dekat area pegunungan.
Namun, pesawat ATR 42-500 tidak berbelok ke bandara. Pesawat malah kebablasan sehingga menabrak gunung.
Hal itu Avirianto sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Kalau angin itu berpengaruh sama performance pesawat, sehingga diarahkan ke runway 21, Pak, dari arah selatan. Nah, ini yang mungkin nanti kami akan meningkatkan, Pak, prosedur...," ujar Avirianto dikutip dari Kompas.com.
"Sebentar, Pak, sebentar. Berarti mengambil dari posisi gunung itu bukan arahan dari ATC? Itu kesimpulan dulu," tanya Ketua Komisi V DPR Lasarus.
"Bukan, Pak," jawab Avirianto.
"Bukan ya? Oke, clear dulu, Pak, sampai di situ saja dulu," kata Lasarus.
"Karena cuaca, Pak. Jadi akhirnya memang arahnya harus dari runway 21, Pak," jelas Avirianto.
Avirianto menegaskan, pesawat yang hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sudah sering melalui runway 21. Jika mengikuti prosedur pendaratan, pesawat tidak akan terbang sampai masuk ke area pegunungan Bulusaraung.
Black Box dan CVR Ditemukan, Tim SAR Gabungan Evakuasi Ekor Pesawat
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua perangkat penting pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (21/1/2026).
SAR gabungan mengevakuasi benda yang diduga black box dan Cockpit Voice Recorder (CVR), keduanya masih menempel pada bagian ekor pesawat.
Black box merupakan perangkat vital dalam dunia penerbangan yang berfungsi merekam data penerbangan dan percakapan di kokpit. Perangkat ini terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) yang merekam parameter teknis pesawat, serta CVR yang merekam komunikasi pilot dan suara di dalam kokpit.
Penemuan ini menjadi fokus utama dalam lanjutan operasi evakuasi di lokasi kejadian.
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan kedua perangkat tersebut telah berhasil dilepas oleh tim SAR di lapangan.
“Sebenarnya ada dua yang sementara teman-teman Tim SAR lepas di situ, ada black box dan CVR,” katanya saat ditemui di posko utama SAR Gabungan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, penemuan tersebut telah dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Setelah konfirmasi dan koordinasi dengan KNKT memang kemarin dia sudah mengatakan bahwa ada dua alat di ekor yaitu CVR dan black box yang berfungsi hampir sama untuk merekam kondisi di pesawat tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andi Sultan menyebutkan bahwa pencarian berikutnya akan diarahkan ke wilayah sekitar ekor pesawat, menyesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Untuk wilayah pencarian lagi kita akan fokuskan ke wilayah bagian ekor melihat dari kondisi saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim SAR telah diarahkan untuk melakukan penyisiran lebih intensif di area tersebut.
“Teman-teman kita sudah arahkan untuk penyisiran di daerah tersebut.”
Operasi SAR gabungan saat ini masih terus berlangsung dan memfokuskan pencarian terhadap delapan korban lainnya yang belum ditemukan
Jasad Pramugari Pesawat ATR 42-500 Sedang Diidentifikasi DVI Polda Sulsel
Tim DVI Polda Sulawesi Selatan tengah melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).
Satu jenazah korban berjenis kelamin perempuan telah tiba di Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Selasa (20/1/2026) pukul 22.38 Wita.
Lokasi jenazah ditempatkan di belakang RS Bayangkara Makassar.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto membenarkan telah menerima satu kantong jenazah.
Jenazah itu sebelumnya diserahkan Basarnas dan kini sedang menjalani pemeriksaan post mortem oleh tim DVI.
“Kami dari Tim DVI Polda Sulsel telah menerima satu kantong mayat dari Basarnas dan saat ini sudah berada di Biddokkes. Sekarang sedang dalam proses pemeriksaan atau identifikasi,” ujar Didik di Kantor Biddokkes Polda Sulsel.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa identitas korban belum dapat diumumkan kepada keluarga.
Meski secara fisik jenazah diketahui berjenis kelamin perempuan, proses identifikasi belum bisa disimpulkan.
“Secara fisik memang perempuan. Tapi karena korban perempuan ada dua, kami belum bisa memastikan identitasnya,” jelasnya.
Menurut Didik, tim DVI saat ini tengah mengumpulkan data post mortem dari jenazah.
Nantinya akan direkonsiliasikan dengan data ante mortem yang sebelumnya telah dikumpulkan dari keluarga korban.
“Kita akan kumpulkan ciri-ciri post mortem, sementara data ante mortem sudah kami kumpulkan. Setelah itu baru dilakukan rekonsiliasi atau pencocokan data. Jika sudah cocok, baru akan kami sampaikan,” katanya.
Ia menegaskan, kecepatan bukan menjadi prioritas utama dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ini.
Ketepatan dan keakuratan data menjadi hal yang paling penting agar tidak terjadi kesalahan fatal.
“Kami tidak boleh salah mengembalikan jenazah kepada keluarga korban. Karena jenazah baru masuk, kami mohon semua pihak bersabar,” tegas Didik.
8 Korban Pesawat ATR Masih Dicari, Polisi Turunkan Anjing Pelacak
Tim SAR Gabungan pantang menyerah berjuang menemukan 8 penumpang dan kru pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Rabu (21/1/2026) memasuki hari keenam pencarian. Dua dari sepuluh korban berhasil ditemukan.
Polisi menurunkan anjing pelacak (K9) untuk mencari 8 korban lainnya.
Penurunan K9 ini sempat tertunda akibat cuaca ekstrem yang melanda lokasi pencarian selama beberapa hari terakhir.
Kapolres Pangkep, AKBP Muh Husni Ramli, mengatakan pihaknya mendapat tambahan bantuan berupa tim K9 dari Ditsabhara Polda Sulsel untuk memperkuat upaya pencarian di medan ekstrem.
“Kita ada tambahan bantuan tim yaitu tim K9 dari Ditsabhara Polda Sulsel,” ujar AKBP Muh Husni Ramli.
Ia mengaku, setibanya di lokasi, tim K9 langsung diberangkatkan menuju Pos 9 atau daerah puncak Gunung Bulusaraung.
“Semoga bisa membantu dan mendukung pencarian korban,” ungkapnya.
Tim K9 yang diturunkan terdiri dari 11 personel bersama satu ekor anjing pelacak.
Fokus pencarian diarahkan ke area serpihan pesawat yang telah diidentifikasi sebelumnya.
“Lokasi difokuskan di daerah serpihan pesawat dan dikoordinasikan dengan tim di atas untuk membantu mendukung fasilitas menurunkan anjing ini ke lokasi serpihan,” ujarnya.
Menurutnya, K9 tersebut memiliki kemampuan khusus dalam mendeteksi keberadaan jenazah sehingga diharapkan dapat memberikan hasil maksimal dalam pencarian.
“Kita punya harapan besar karena memang punya spesifikasi terkait mayat sehingga harapannya K9 ini bisa sampai di lokasi dan mendukung pencarian,” jelasnya.
AKBP Muh Husni Ramli juga mengungkapkan alasan keterlambatan penurunan K9 ke lokasi pencarian disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
“Kenapa K9 ini baru bisa diturunkan itu karena kondisi cuaca yang memungkinkan hari ini baru bisa diturunkan,” kata dia.
Ia menambahkan, selama beberapa hari terakhir tim SAR di atas menghadapi kesulitan luar biasa akibat cuaca dan medan yang berat.
“Karena kita lihat beberapa hari ini kondisi tim di atas setengah mati untuk sampai di lokasi,” ujarnya.
“Hari ini dipastikan juga sama tim di atas K9 sudah bisa naik jadi baru bisa dikirim,” tambah dia.
Ke depan, kata dia, koordinasi dengan Basarnas akan terus dilakukan.
Jika keberadaan K9 dinilai sangat membantu, pihak kepolisian membuka kemungkinan penambahan personel dan anjing pelacak dari Polda Sulsel.
“Tiap hari kita berkoordinasi dengan Basarnas, jika K9 ini sangat mendukung kami akan minta pertambahan dari Polda Sulsel,” jelasnya. (*/TribunTimur)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Black Box dan CVR Ditemukan, Tim SAR Gabungan Evakuasi Ekor Pesawat
| ATR 42-500: Semua Penumpang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup, Identifikasi Jenazah Masih Berlangsung |
|
|---|
| Identitas 6 Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung |
|
|---|
| Hari Keenam SAR Pesawat ATR, Basarnas Pastikan 9 Korban Ditemukan |
|
|---|
| Identitas 2 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep-Maros, Ditemukan dalam Jurang Bulusaraung |
|
|---|
| Florencia Lolita Wibisono Meninggal Dunia, Sosok Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.