Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
Identitas 6 Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung
Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali menambah dafta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-SAR-gabungan-mengevakuasi-jenazah-korban-Pesawat-ATR-42-500.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM --Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali menambah daftar kecelakaan transportasi udara di Indonesia dalam setahun terakhir.
Sejak Januari 2025, setidaknya empat pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di sejumlah wilayah.
Salah satunya adalah pesawat latih Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 yang jatuh di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, pada 3 Agustus 2025.
Kasus terbaru terjadi pada Sabtu (17/1/2026), ketika pesawat ATR 42-500 dilaporkan jatuh di area lereng Gunung Bulusaraung, yang merupakan bagian dari kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) dengan ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut.
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tiga penumpang dan tujuh kru. Sejak dinyatakan jatuh, Tim SAR Gabungan terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi di medan yang terjal dan sulit dijangkau.
Memasuki hari keenam pencarian, Kamis (22/1/2026), tim kembali menemukan enam paket jasad korban di lereng Gunung Bulusaraung.
Informasi tersebut disampaikan Asisten Perencanaan dan Pengendalian Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, di Posko AKU SAR Gabungan.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari bawah puncak gunung.
“Sekitar 200 meter dari puncak kita temukan satu paket jasad, lalu sekitar 50 meter dari lokasi itu ditemukan paket jasad lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa jumlah individu dalam enam paket tersebut belum dapat dipastikan.
“Belum bisa dipastikan berapa jumlah jasadnya. Yang bisa kami sampaikan saat ini adalah enam paket, karena dimungkinkan satu paket tidak selalu merepresentasikan satu korban,” kata Sultan.
Enam paket jasad tersebut saat ini masih berada di posko Tim SAR di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, dan direncanakan akan dievakuasi menggunakan helikopter ke Makassar untuk proses identifikasi lanjutan.
Sebelumnya, hingga Rabu (21/1/2026), Tim SAR Gabungan telah menemukan tiga korban.
Dari jumlah tersebut, dua korban berhasil diidentifikasi, masing-masing Florencia Lolita Wibisono (kru pesawat) dan Deden Maulana (penumpang).
Kedua jenazah telah dipulangkan ke Jakarta dan diserahkan kepada keluarga pada Rabu (21/1/2026).
Pramugari Pesawat ATR 42-500
Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
ATR 42-500
Spesifikasi Pesawat ATR 42-500
| ATR 42-500: Semua Penumpang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup, Identifikasi Jenazah Masih Berlangsung |
|
|---|
| Hari Keenam SAR Pesawat ATR, Basarnas Pastikan 9 Korban Ditemukan |
|
|---|
| Identitas 2 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep-Maros, Ditemukan dalam Jurang Bulusaraung |
|
|---|
| AirNav Bungkam soal Komunikasi Terakhir Pilot Pesawat ATR 42-500 hingga Black Box dan CVR Ditemukan |
|
|---|
| Florencia Lolita Wibisono Meninggal Dunia, Sosok Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep |
|
|---|