Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
Identitas 2 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep-Maros, Ditemukan dalam Jurang Bulusaraung
Identitas dua dari tiga jasad yang berhasil dievakuasi dari kedalaman jurang Gunung Bulusaraung akhirnya terungkap dengan jelas.
Ringkasan Berita:
- Dua jasad berhasil diidentifikasi: Florencia Lolita Wibisono (pramugari) dan Deden Maulana (staf KKP)
- Keduanya ditemukan di jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman berbeda (300–500 meter)
- Jenazah telah dipulangkan ke Jakarta, disambut haru keluarga dan rekan sejawat
- Tim SAR menghadapi medan ekstrem dengan metode vertical rescue
TRIBUNGORONTALO.COM – Kabut duka menyelimuti proses evakuasi tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan.
Identitas dua dari tiga jasad yang berhasil dievakuasi dari kedalaman jurang Gunung Bulusaraung akhirnya terungkap dengan jelas.
Dua sosok tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang dikenal berdedikasi. Lalu korban kedua adalah Deden Maulana, staf Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang tengah menjalankan tugas negara.
Kepastian identitas ini menjadi titik terang di tengah operasi SAR yang sangat menantang di medan ekstrem perbatasan Pangkep-Maros. Keduanya ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan di dasar jurang yang dikenal memiliki kemiringan sangat terjal.
Rabu (21/1/2026), menjadi momen emosional saat jenazah Florencia dan Deden akhirnya diberangkatkan kembali ke kampung halaman mereka di Jakarta. Isak tangis keluarga dan rekan sejawat mewarnai pelepasan jenazah di Makassar.
Meskipun jasad keduanya telah dipulangkan, luka mendalam masih dirasakan oleh tim gabungan yang menyaksikan betapa sulitnya proses pengangkatan tubuh mereka dari dasar jurang.
Deden Maulana tercatat sebagai korban pertama yang berhasil ditemukan oleh tim perintis yang membelah rimbunnya hutan Bulusaraung. Posisi tubuhnya ditemukan pada kedalaman sekitar 300 meter dari titik koordinat jatuhnya puing utama.
Tak jauh dari lokasi tersebut, tim evakuasi menemukan Florencia Lolita Wibisono. Jenazah pramugari ini ditemukan lebih dalam, yakni sekitar 500 meter di dalam jurang yang dipenuhi bebatuan tajam dan vegetasi rapat.
Penemuan Florencia dan Deden ini menjadi prioritas identifikasi oleh tim Dokpol Polda Sulsel karena kondisi fisik yang masih memungkinkan untuk dikenali secara primer.
Kepulangan mereka ke Jakarta menandai berakhirnya penantian panjang keluarga yang sejak awal kabar hilangnya pesawat terus memantau posko evakuasi.
Kini, tim DVI dan SAR Gabungan masih berfokus pada satu jasad lagi yang telah ditemukan namun masih dalam proses pencocokan data antemortem di RS Bhayangkara Makassar.
Perjuangan di Dasar Jurang
Tim SAR gabungan terus berjibaku melawan cuaca ekstrem dan medan yang tidak bersahabat di Gunung Bulusaraung.
Hingga saat ini, masih ada 7 korban lainnya yang diduga kuat terjepit di antara puing-puing pesawat di dasar jurang yang lebih dalam.
Upaya pencarian dilakukan dengan metode vertical rescue karena kemiringan medan mencapai lebih dari 60 derajat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-peti-jenazah-korban-pesawat-jatuh-di-Pangkep-Maros.jpg)