Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

AirNav Bungkam soal Komunikasi Terakhir Pilot Pesawat ATR 42-500 hingga Black Box dan CVR Ditemukan

 General Manager (GM) AirNav MATSC, Kristanto masih bungkam soal komunikasi terakhir pilot ATR 42-500.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto AirNav Bungkam soal Komunikasi Terakhir Pilot Pesawat ATR 42-500 hingga Black Box dan CVR Ditemukan
Tribun Timur
PESAWAT JATUH - Upaya pencarian Pesawat ATR-500 yang jatuh di Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu 18 Januari 2026. 

Hal itu Avirianto sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

 "Kalau angin itu berpengaruh sama performance pesawat, sehingga diarahkan ke runway 21, Pak, dari arah selatan. Nah, ini yang mungkin nanti kami akan meningkatkan, Pak, prosedur...," ujar Avirianto dikutip dari Kompas.com.

"Sebentar, Pak, sebentar. Berarti mengambil dari posisi gunung itu bukan arahan dari ATC? Itu kesimpulan dulu," tanya Ketua Komisi V DPR Lasarus.

"Bukan, Pak," jawab Avirianto.

"Bukan ya? Oke, clear dulu, Pak, sampai di situ saja dulu," kata Lasarus.

"Karena cuaca, Pak. Jadi akhirnya memang arahnya harus dari runway 21, Pak," jelas Avirianto.

Avirianto menegaskan, pesawat yang hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sudah sering melalui runway 21. Jika mengikuti prosedur pendaratan, pesawat tidak akan terbang sampai masuk ke area pegunungan Bulusaraung.

Black Box dan CVR Ditemukan, Tim SAR Gabungan Evakuasi Ekor Pesawat

General Manager (GM) AirNav MATSC, Kristanto 889999999
AIRNAV BUNGKAM - General Manager (GM) AirNav MATSC, Kristanto, tampak berada di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (21/1/2026), bertepatan dengan kunjungan Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana. Ia belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh terkait percakapan antara pilot ATR 42-500 dan petugas air traffic controller (ATC).

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua perangkat penting pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (21/1/2026).

SAR gabungan mengevakuasi benda yang diduga black box dan Cockpit Voice Recorder (CVR), keduanya masih menempel pada bagian ekor pesawat.

Black box merupakan perangkat vital dalam dunia penerbangan yang berfungsi merekam data penerbangan dan percakapan di kokpit. Perangkat ini terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) yang merekam parameter teknis pesawat, serta CVR yang merekam komunikasi pilot dan suara di dalam kokpit.

Penemuan ini menjadi fokus utama dalam lanjutan operasi evakuasi di lokasi kejadian.

Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan kedua perangkat tersebut telah berhasil dilepas oleh tim SAR di lapangan.

“Sebenarnya ada dua yang sementara teman-teman Tim SAR lepas di situ, ada black box dan CVR,” katanya saat ditemui di posko utama SAR Gabungan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, penemuan tersebut telah dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Setelah konfirmasi dan koordinasi dengan KNKT memang kemarin dia sudah mengatakan bahwa ada dua alat di ekor yaitu CVR dan black box yang berfungsi hampir sama untuk merekam kondisi di pesawat tersebut,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved