Berita Internasional
Demo Besar-besaran Terjadi di Iran, Trump Sebut Bakal Gunakan Kekuatan Jika Demonstran Ditembaki
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DEMO-IRAN-Pecah-demo-Iran-namun-Presiden-Amerika-Donald-Trump.jpg)
Namun, sejumlah rekaman tetap beredar, memperlihatkan kebakaran bangunan, toko-toko rusak, serta kendaraan terbalik di jalanan.
Dari Eropa, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mendesak pemerintah Iran untuk menahan diri.
Baca juga: Setelah Maduro Ditangkap, Trump Sebut AS Bisa Lama Mengatur Venezuela
Dalam pernyataan bersama dengan pemimpin Prancis dan Jerman, Inggris menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan kekerasan terhadap demonstran.
Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa Iran berkewajiban melindungi warganya dan menjamin kebebasan berekspresi serta berkumpul secara damai.
Ayatollah Ali Khamenei justru menyalahkan Amerika Serikat atas pecahnya demonstrasi.
Dalam pidato publik, ia menuding para pengunjuk rasa sebagai perusak dan agen asing yang bekerja untuk kepentingan AS dan Israel.
Khamenei menyebut aksi tersebut sebagai upaya untuk melemahkan Republik Islam dari dalam.
Pemimpin Iran itu menegaskan bahwa rezim tidak akan mundur menghadapi tekanan apa pun.
Ia mengingatkan bahwa pemerintahan Iran berdiri melalui pengorbanan besar dan tidak akan tunduk pada apa yang disebutnya sebagai intervensi asing.
Gelombang protes ini dipicu seruan Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang kini tinggal di pengasingan, yang meminta rakyat Iran turun ke jalan.
Namun, keresahan sosial telah tumbuh jauh sebelumnya, seiring krisis ekonomi berkepanjangan.
Iran saat ini menghadapi inflasi sekitar 40 persen, nilai tukar rial yang anjlok hingga 1,4 juta per dolar AS, serta tekanan berat akibat sanksi internasional yang kembali diberlakukan.
Kondisi ini diperparah oleh konflik regional, termasuk bentrokan dengan Israel dan serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran beberapa bulan lalu.
Kepala HAM PBB Volker Turk menyatakan keprihatinan serius atas laporan kekerasan dan pemadaman komunikasi nasional di Iran.
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut kemungkinan intervensi militer asing masih rendah.
Di sisi lain, peradilan Iran menegaskan akan menjatuhkan hukuman berat kepada pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kerusuhan, dengan menekankan penegakan hukum secara tegas dan maksimal.(*)
| Hari ke-25 Perang, Iran tak Lagi Percaya "Mulut Manis" Amerika, Tutup Ruang Diplomasi |
|
|---|
| Alarm Bahaya! Harga BBM yang Naik Gila-gilaan Memukul Pariwisata Asia |
|
|---|
| Ultimatum Trump Dibalas Keras, Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Ancam Iran Hancur Total, AS Siapkan Serangan Darat dengan Kerahkan 4.500 Marinir |
|
|---|
| Iran Janjikan Pasokan Minyak untuk Sri Lanka di Tengah Krisis Global |
|
|---|