Rabu, 4 Maret 2026

Berita Internasional

Setelah Maduro Ditangkap, Trump Sebut AS Bisa Lama Mengatur Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa keterlibatan negaranya di Venezuela bisa berlangsung selama bertahun-tahun

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Setelah Maduro Ditangkap, Trump Sebut AS Bisa Lama Mengatur Venezuela
TribunGorontalo.com
SUASANA MALAM - Potret suasana di Venezuela saat operasi militer AS. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa keterlibatan negaranya di Venezuela bisa berlangsung selama bertahun-tahun, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS dalam operasi militer akhir pekan lalu.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump mengatakan bahwa “waktu yang akan menjawab” berapa lama pemerintahannya akan “mengawasi” jalannya Venezuela pasca-penyerbuan tersebut.

Ia juga tidak memberikan kepastian apakah dan kapan pemilu akan digelar untuk menggantikan pemerintahan sementara yang kini dipimpin Delcy Rodríguez, tokoh loyalis Maduro.

Pernyataan Trump muncul di tengah sorotan internasional atas langkah AS yang secara de facto mengambil alih kendali politik dan ekonomi negara kaya minyak tersebut.

Baca juga: Trump Tarik AS dari 66 Lembaga PBB, Langkah Mundur Terbesar dari Kerja Sama Global

Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengendalikan penjualan minyak Venezuela tanpa batas waktu, terutama terhadap minyak yang berada di bawah rezim sanksi.

Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan, kontrol atas ekspor minyak diperlukan sebagai alat tekan terhadap pemerintahan sementara di Caracas.

Trump sendiri secara terbuka menyatakan bahwa AS akan “mengambil minyak” Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, meski ia mengakui pemulihan industri migas negara itu “akan memakan waktu lama.”

Produksi minyak Venezuela memang anjlok tajam akibat salah kelola selama bertahun-tahun di era Maduro dan pendahulunya, ditambah tekanan sanksi ekonomi Amerika Serikat.

Dalam wawancara yang sama, Trump mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berkomunikasi secara intensif dengan Delcy Rodríguez, yang ditetapkan sebagai presiden sementara oleh Mahkamah Agung Venezuela, lembaga yang didominasi loyalis Maduro.

“Dia memberikan semua yang kami anggap perlu,” kata Trump. Ia juga mengklaim pemerintah sementara sepakat menggunakan hasil penjualan minyak Venezuela hanya untuk membeli produk buatan Amerika Serikat.

Namun, Trump tidak menjawab pertanyaan wartawan New York Times mengenai alasan Washington mengakui Rodríguez sebagai pemimpin baru Venezuela, keputusan yang menuai tanda tanya besar di kalangan analis.

Sebelumnya, banyak pihak memperkirakan kejatuhan Maduro akan membuka jalan bagi kembalinya tokoh oposisi Edmundo González dan María Corina Machado. Namun Trump justru meremehkan Machado, menyebutnya tidak memiliki “rasa hormat” dan dukungan yang cukup untuk memimpin Venezuela.

“Saya pikir akan sangat sulit baginya menjadi pemimpin,” ujar Trump.

Machado sebelumnya berhasil menyatukan oposisi menjelang pemilu presiden 2024, tetapi dilarang maju oleh otoritas pemilu yang loyal kepada Maduro.

Ia kemudian mendukung Edmundo González sebagai kandidat pengganti. Meski Dewan Pemilu menyatakan Maduro menang, hasil penghitungan suara yang dikumpulkan oposisi dan diverifikasi secara independen menunjukkan González menang telak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved