Berita Internasional
Trump Tarik AS dari 66 Lembaga PBB, Langkah Mundur Terbesar dari Kerja Sama Global
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan partisipasi AS dalam 66 badan PBB
TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan partisipasi AS dalam 66 badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional, termasuk kerangka perjanjian iklim PBB.
Keputusan ini menandai penarikan diri paling luas Amerika Serikat dari kerja sama global dalam sejarah modernnya.
Perintah yang diteken pada Rabu itu membuat Washington keluar dari puluhan badan, komisi, dan panel penasihat PBB yang bergerak di bidang iklim, ketenagakerjaan, migrasi, hingga isu sosial lain yang oleh pemerintahan Trump disebut mendorong agenda “woke”.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut lembaga-lembaga tersebut sebagai organisasi yang “tumpang tindih kewenangannya, salah urus, tidak perlu, boros, dikelola dengan buruk, serta dikuasai kepentingan aktor tertentu yang bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat.”
“Presiden Trump menegaskan, tidak lagi dapat diterima jika darah, keringat, dan uang rakyat Amerika dikirim ke lembaga-lembaga ini tanpa hasil nyata. Era miliaran dolar pajak warga AS mengalir ke kepentingan asing dengan mengorbankan rakyat sendiri telah berakhir,” kata Rubio dalam pernyataan resminya.
Salah satu langkah paling kontroversial adalah penarikan diri AS dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), traktat iklim PBB tahun 1992 yang menjadi fondasi Perjanjian Paris.
Dengan keputusan ini, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara di luar kerangka kerja iklim global.
Trump, yang sejak lama menyebut perubahan iklim sebagai “tipuan”, sebelumnya juga telah menarik AS dari Perjanjian Paris tak lama setelah kembali menjabat sebagai presiden.
Keputusan tersebut menuai kecaman luas. Gina McCarthy, mantan penasihat iklim Gedung Putih, menyebut langkah Trump sebagai “picik, memalukan, dan bodoh.”
Ia memperingatkan bahwa AS kini kehilangan kemampuan untuk memengaruhi triliunan dolar investasi dan kebijakan iklim dunia.
Pakar iklim Rob Jackson, ketua Global Carbon Project, menilai penarikan AS memberi alasan bagi negara lain untuk menunda komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ActionAid USA, Niranjali Amerasinghe, menyebut keputusan tersebut sebagai upaya membongkar instrumen global yang selama ini diperjuangkan untuk keadilan iklim dan keadilan global.
Selain sektor iklim, AS juga akan keluar dari UN Population Fund (UNFPA) yang menyediakan layanan kesehatan reproduksi dan seksual di berbagai negara.
Trump pernah memutus pendanaan lembaga ini pada periode pertamanya, meski tinjauan Departemen Luar Negeri AS pada 2022 menyatakan tidak ada bukti atas tuduhan praktik aborsi paksa di China.
Daftar lembaga lain yang ditinggalkan AS mencakup United Nations University, International Tropical Timber Organisation, International Cotton Advisory Committee, hingga International Lead and Zinc Study Group.
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TARIKDIRI-Presiden-Amerika-Donald-Trump-tarik-diri-dari-sejumlah-lembaga-di-PBB.jpg)