Berita Internasional
Rudal Berkemampuan Nuklir Rusia Menghantam Lviv, Kyiv Minta Respons Dunia
Rusia mengumumkan telah melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Ukraina pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Ringkasan Berita:
- Rusia mengklaim telah melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan menggunakan rudal balistik Oreshnik yang berkemampuan nuklir, termasuk ke wilayah Lviv yang dekat dengan perbatasan UE dan NATO.
- Ukraina membantah alasan Rusia dan menilai serangan tersebut sebagai ancaman serius bagi keamanan Eropa.
- Kyiv pun mendesak respons internasional tegas dan akan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Rusia mengumumkan telah melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Ukraina pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Dalam serangan tersebut, Moskow mengakui penggunaan rudal balistik Oreshnik yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir, menyasar sejumlah wilayah Ukraina, termasuk area yang berdekatan dengan perbatasan Uni Eropa (UE) dan NATO.
Pemerintah Rusia menyebut serangan itu sebagai aksi balasan atas dugaan upaya serangan Ukraina terhadap sebuah kediaman milik Presiden Vladimir Putin pada akhir Desember lalu.
Klaim tersebut dibantah secara tegas oleh Kyiv dan hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.
Salah satu sasaran serangan dilaporkan berada di wilayah Lviv, Ukraina barat, yang secara geografis dekat dengan kawasan UE dan NATO.
Baca juga: Sumitra dan Anaknya Belum Ditemukan, Namun Operasi SAR di Sungai Paguyaman Terpaksa Ditutup
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menilai serangan itu membawa implikasi serius bagi keamanan Eropa.
“Peluncuran rudal di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan ancaman nyata terhadap keamanan benua Eropa,” tulis Sybiha melalui platform X.
Penggunaan rudal Oreshnik dalam serangan ini tercatat sebagai kali kedua Rusia mengerahkan senjata tersebut dalam situasi tempur terbuka, setelah sebelumnya digunakan dalam serangan ke wilayah Dnipro pada November 2024.
Oreshnik dikenal sebagai rudal hipersonik jarak menengah dengan kemampuan membawa muatan nuklir.
Serangan ke Lviv merupakan bagian dari rangkaian serangan yang lebih luas ke berbagai wilayah Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa waktu dan skala serangan menunjukkan adanya upaya Rusia untuk memaksimalkan dampak terhadap masyarakat sipil.
Ia menyebut sasaran utama serangan adalah infrastruktur energi dan fasilitas sipil, terutama saat Ukraina menghadapi cuaca musim dingin ekstrem.
“Serangan ini dilakukan tepat ketika suhu ekstrem melanda. Ini adalah serangan langsung terhadap kehidupan normal warga sipil,” tulis Zelenskyy di X.
Zelenskyy juga menyerukan respons internasional yang cepat dan tegas. Menurutnya, sikap Amerika Serikat memiliki pengaruh besar terhadap langkah-langkah yang akan diambil Moskow.
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rusia-mengklaim-telah-melancarkan-serangan-besar-ke-Ukraina.jpg)