Berita Internasional
Rudal Berkemampuan Nuklir Rusia Menghantam Lviv, Kyiv Minta Respons Dunia
Rusia mengumumkan telah melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Ukraina pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rusia-mengklaim-telah-melancarkan-serangan-besar-ke-Ukraina.jpg)
“Dunia harus memberikan sinyal yang jelas. Rusia sangat memperhatikan sikap Washington,” ujarnya.
“Setiap keputusan Rusia untuk terus membunuh dan menghancurkan infrastruktur harus diikuti konsekuensi.”
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Ukraina terhadap kediaman Presiden Putin pada 29 Desember.
Pemerintah Ukraina membantah klaim tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.
Menanggapi pernyataan Moskow, Menlu Ukraina Andrii Sybiha menyebut alasan tersebut sebagai dalih yang tidak masuk akal.
“Sangat absurd Rusia berusaha membenarkan serangan ini dengan klaim palsu tentang serangan terhadap kediaman Putin yang tidak pernah terjadi,” tulis Sybiha.
“Ini kembali menunjukkan bahwa Rusia tidak membutuhkan alasan nyata untuk melanjutkan teror dan perang.”
Zelenskyy mengungkapkan bahwa selain rudal Oreshnik, Rusia juga meluncurkan 13 rudal balistik lainnya, 22 rudal jelajah, serta mengerahkan 242 unit drone dalam serangan tersebut.
Ia menyebut sebuah gedung Kedutaan Besar Qatar turut mengalami kerusakan akibat serangan drone Rusia.
Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik Ukraina bersama negara-negara Eropa dan Amerika Serikat untuk mencari jalan keluar dari konflik yang mendekati tahun keempat.
Pada awal pekan ini, sejumlah sekutu Kyiv menyepakati rencana penempatan pasukan multinasional di Ukraina jika tercapai kesepakatan damai dengan Rusia.
Dari sisi teknis militer, Komando Udara Wilayah Barat Ukraina menyebut rudal Oreshnik yang menghantam wilayah Lviv melaju dengan kecepatan mendekati 13.000 kilometer per jam.
Sejumlah laporan di media sosial menyebutkan serangan terjadi hanya beberapa menit setelah sirene peringatan udara berbunyi.
Administrasi militer wilayah Lviv menyatakan bahwa tim ahli telah melakukan pemeriksaan lapangan serta analisis laboratorium pascaserangan.
“Hasil pengukuran menunjukkan tingkat radiasi berada dalam batas normal,” demikian pernyataan resmi otoritas setempat, yang juga menyebut tidak ditemukan zat berbahaya di udara.
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|