Orang Hanyut di Gorontalo
Sumitra dan Anaknya Belum Ditemukan, Namun Operasi SAR di Sungai Paguyaman Terpaksa Ditutup
Operasi pencarian terhadap dua korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ORANG-HANYUT-TIM-SAR-Gorontalo-menghentikan-pencarian-orang-hanyut.jpg)
Ringkasan Berita:
- Basarnas Gorontalo resmi menghentikan operasi pencarian dua korban hanyut di Sungai Paguyaman setelah tujuh hari tanpa hasil.
- Keputusan diambil usai evaluasi menyeluruh dan kesepakatan bersama keluarga korban.
- Meski operasi ditutup, Basarnas memastikan pemantauan tetap dilakukan jika muncul informasi baru terkait keberadaan korban.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Operasi pencarian terhadap dua korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, resmi dihentikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo.
Keputusan ini diambil setelah upaya pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidu, mengatakan bahwa hingga hari terakhir operasi, keberadaan kedua korban belum berhasil dilacak. Pernyataan tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi pada Jumat (9/1/2026).
Menurut Halidin, kegiatan pencarian pada hari penutupan operasi dimulai sejak pagi hari dan berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 Wita.
Setelah itu, seluruh unsur SAR kembali ke posko utama karena hasil pencarian masih nihil.
“Pencarian hari ini dilakukan sejak pagi sampai sekitar pukul 11.30 Wita. Setelah itu tim kembali ke posko, namun hasilnya belum ada,” ujar Halidin.
Baca juga: Empat Srikandi OPD Dipanggil Gusnar Jelang Jelang Perombakan Struktur Organisasi Pemprov Gorontalo
Ia menjelaskan, sejak hari pertama operasi hingga hari terakhir, tim SAR telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh area pencarian yang telah disisir.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.
“Dengan mempertimbangkan luas wilayah pencarian yang sudah dijangkau sejak hari pertama, kami menyimpulkan belum ada indikasi keberadaan korban di area tersebut,” katanya.
Atas dasar itu, Basarnas Gorontalo kemudian menggelar pertemuan bersama keluarga korban yang hadir langsung di posko pencarian.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir ayah dan suami korban, kerabat keluarga, serta Kepala Desa setempat.
“Sekitar pukul 14.30 Wita kami melakukan pertemuan dengan keluarga korban dan mengusulkan agar operasi SAR dihentikan,” jelas Halidin.
Setelah mendapat persetujuan keluarga, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup pada pukul 14.30 Wita.
Meski demikian, Halidin menegaskan bahwa penghentian ini tidak bersifat permanen.
| Identitas Lansia Ditemukan Meninggal usai Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo |
|
|---|
| Alasan Keluarga Tolak Autopsi, Jenazah Arya Remaja Korban Tenggelam di Gorontalo Langsung Dimakamkan |
|
|---|
| Kemacetan Parah Warnai Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Bulango Gorontalo |
|
|---|
| Arya Husain, Korban Tenggelam di Sungai Bulango Gorontalo Dikenal Pendiam dan Penurut |
|
|---|
| Polisi Gorontalo Sebut Arya Husain Ajak Teman Mandi di Sungai Bolango sebelum Dilaporkan Hilang |
|
|---|