Orang Hanyut di Gorontalo
Sumitra dan Anaknya Belum Ditemukan, Namun Operasi SAR di Sungai Paguyaman Terpaksa Ditutup
Operasi pencarian terhadap dua korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ORANG-HANYUT-TIM-SAR-Gorontalo-menghentikan-pencarian-orang-hanyut.jpg)
“Operasi SAR memang kami hentikan, namun tetap dilanjutkan dengan pemantauan. Jika ke depan ada informasi baru atau tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi bisa kembali dibuka,” ujarnya.
Pada hari terakhir pencarian, tim SAR melakukan penyisiran mulai dari lokasi kejadian perkara (LKP) hingga menyusuri aliran Sungai Paguyaman ke arah wilayah Jemara. Pencarian melibatkan sekitar 40 personel gabungan dari berbagai unsur.
“Personel Basarnas sekitar 14 orang, ditambah unsur TNI, Polri, dan potensi SAR lainnya. Total personel yang terlibat kurang lebih 40 orang,” kata Halidin.
Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi arus sungai yang masih cukup deras. Hal ini dipengaruhi oleh cuaca yang belum stabil dalam beberapa hari terakhir.
“Saat kejadian, arus sungai memang masih deras akibat hujan. Dalam proses pencarian pun beberapa kali hujan deras kembali turun di lokasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuka kemungkinan korban terseret arus hingga jarak yang jauh atau tertimbun material sungai akibat banjir.
“Debit air cukup tinggi dan arusnya kuat. Ada kemungkinan korban sudah terbawa jauh atau tertimbun material di dasar sungai,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Halidin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan pergerakan air sungai, serta mengawasi anggota keluarga, terutama anak-anak, saat hujan atau cuaca tidak baik,” katanya.
Diketahui, korban dalam peristiwa ini adalah Sumitra Isini (26) dan anaknya, Akbar Diangi (9). Keduanya dilaporkan hanyut sejak Sabtu (3/1/2026).
Insiden tersebut terjadi saat korban bersama seorang kerabat menyeberangi Sungai Paguyaman. Ketiganya saling berpegangan tangan saat melintas di tengah arus sungai, namun derasnya aliran membuat pegangan mereka terlepas.
Akbar sempat berteriak memanggil ibunya sebelum akhirnya terseret arus.
Sumitra kemudian melepaskan pegangan untuk mencoba menolong sang anak, tetapi arus sungai yang kuat justru menyeret keduanya.
Sementara satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada batang kayu di sungai.
Selama operasi berlangsung, tim SAR sempat menemukan beberapa barang milik korban di aliran sungai.
Namun hingga hari ketujuh pencarian, Sumitra dan Akbar belum berhasil ditemukan.
Bagi keluarga, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam. Sehari sebelum kejadian, Sumitra diketahui masih sempat melakukan panggilan video dengan kerabatnya.
Percakapan singkat tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang tersisa bagi keluarga. (*)
| Identitas Lansia Ditemukan Meninggal usai Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo |
|
|---|
| Alasan Keluarga Tolak Autopsi, Jenazah Arya Remaja Korban Tenggelam di Gorontalo Langsung Dimakamkan |
|
|---|
| Kemacetan Parah Warnai Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Bulango Gorontalo |
|
|---|
| Arya Husain, Korban Tenggelam di Sungai Bulango Gorontalo Dikenal Pendiam dan Penurut |
|
|---|
| Polisi Gorontalo Sebut Arya Husain Ajak Teman Mandi di Sungai Bolango sebelum Dilaporkan Hilang |
|
|---|