Berita Internasional
Eropa Kompak Bela Denmark, AS Diminta Tak Campuri Masa Depan Greenland
Sikap Amerika Serikat yang kembali menyinggung kepentingan strategis atas Greenland memicu reaksi keras dari Eropa.
Menurut mereka, stabilitas global tidak akan tercapai jika kepentingan keamanan dijadikan alasan untuk mengabaikan hukum internasional.
Denmark dan Greenland Angkat Suara
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, secara terbuka menyampaikan penolakan keras terhadap tekanan yang diarahkan kepada negaranya.
Ia bahkan memperingatkan bahwa setiap serangan militer terhadap wilayah anggota NATO akan berdampak serius terhadap keberlangsungan aliansi tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Greenland menyatakan sikap tegas namun terbuka.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyampaikan bahwa pihaknya siap berdialog secara konstruktif dan saling menghormati, namun menolak segala bentuk ancaman, tekanan, maupun paksaan terhadap status otonomi Greenland.
Ketegangan mengenai Greenland tidak berdiri sendiri. Isu ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk memburuknya hubungan trans-Atlantik setelah sejumlah langkah militer Amerika Serikat di kawasan lain yang memicu perhatian internasional.
Dengan populasi sekitar 57.000 jiwa, Greenland memang memiliki nilai strategis tinggi.
Selain berperan penting dalam sistem pertahanan Arktik, wilayah ini juga menyimpan sumber daya mineral yang dibutuhkan industri teknologi global, menjadikannya titik perhatian kekuatan-kekuatan besar dunia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEOPOLITIK-Klaim-AS-atas-Greenland-Picu-Reaksi-Bersama-Negara-Eropa.jpg)