Banjir Limboto Barat
453 Warga Gorontalo jadi Korban Banjir di Limboto Barat, Begini Kondisinya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo mencatat sebanyak 146 kepala keluarga atau 453 jiwa terdampak banji
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANJIR-Banjir-di-Desa-Tunggulo-dan-Haya-haya-Kabupaten-Gorontalo-Selasa-612026.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo mencatat sebanyak 146 kepala keluarga atau 453 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara BPBD pascabencana banjir yang terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, akibat curah hujan tinggi yang memicu luapan Sungai Marisa.
Banjir merendam dua desa di Kecamatan Limboto Barat, yakni Desa Tunggulo dan Desa Haya-haya.
Selain berdampak pada warga, BPBD juga mencatat sedikitnya 120 unit rumah ikut terdampak genangan air dengan tingkat kerusakan yang masih dalam proses asesmen lanjutan.
Baca juga: 55 Tentara Venezuela dan Kuba Tewas dalam Operasi AS Culik Nicolas Maduro, Trump Akui Banyak Korban
Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, menyampaikan bahwa pendataan dilakukan secara bertahap seiring kondisi air yang mulai surut di beberapa titik.
“Data sementara yang kami terima, di Limboto Barat ada 146 KK terdampak banjir, dengan total 453 jiwa,” ujar Udin Pango melalui via whatsApp, Selasa (6/1/2025).
Ia menjelaskan, selain rumah warga, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan fasilitas pemerintahan.
Di Desa Tunggulo, fasilitas yang terdampak meliputi Sekolah Lukmanul Hakim, area sawah seluas kurang lebih 40 hektare, satu masjid, serta beberapa fasilitas pemerintahan desa.
Baca juga: 5 Warga Tewas dan Balita Hilang Dampak Banjir dan Longsor di Pulau Siau, Polres Nyaris Tertimbun
Sementara di Desa Haya-haya, BPBD mencatat banjir turut mengganggu aktivitas pendidikan di SDN 12 Limboto Barat dan TK Anggrek Mekar.
“Fasilitas pendidikan juga terdampak, sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terganggu,” kata Udin.
Selain banjir, BPBD Kabupaten Gorontalo juga mencatat kejadian tanah longsor di wilayah Kecamatan Telaga.
Tanah longsor terjadi di Desa Dulamayo Selatan, yang mengakibatkan akses jalan penghubung Dulamayo Selatan menuju Dulamayo Utara sempat tertutup material longsoran.
BPBD mencatat, secara keseluruhan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada hari yang sama mencakup 146 KK, 453 jiwa, 120 rumah, serta lima fasilitas umum yang terdampak.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Gorontalo langsung melakukan penilaian situasi di lokasi bencana, serta melakukan pendataan korban terdampak bersama aparat kecamatan dan desa.
Lebih lanjut Udin menyebutkan, penanganan awal difokuskan pada pendataan, pembukaan akses, serta koordinasi lintas instansi.
| Jadwal Libur Lebaran 2026 Resmi dari Pemerintah: ASN, Karyawan Swasta hingga Anak Sekolah |
|
|---|
| Update Harga Emas 12 Maret 2026 di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik Jelang Lebaran |
|
|---|
| Breaking News: THR ASN Pemkab Gorontalo Cair Hari Ini, Total Rp25,2 Miliar |
|
|---|
| 5 Bansos THR Maret 2026 Mulai Cair, Warga Gorontalo Cek Segera NIK KTP Anda! |
|
|---|
| Pemprov Gorontalo Kembali Revitalisasi Sekolah, Kini Tahap Verifikasi dan Validasi |
|
|---|