Berita Internasional
Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup
India bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik yang kian meluas antara Iran dan poros Amerika Serikat–Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INDIA-Dampak-paling-buruk-dialami-India-saat-selat-Hormuz-ditutup.jpg)
Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat terganggunya Selat Hormuz akan meningkatkan biaya transportasi dan distribusi barang.
Mulai dari pengiriman bahan pangan hingga barang elektronik, semuanya akan terdampak.
Setiap kenaikan 1 dolar harga minyak diperkirakan menambah beban impor India sekitar 2 miliar dolar per tahun. Jika harga mencapai 130 dolar per barel, pertumbuhan ekonomi India bisa melambat dari 7 persen menjadi sekitar 6 persen.
Upaya Pemerintah dan Tantangan Besar
Pemerintah India kini mulai mencari alternatif pasokan pupuk dari negara seperti Rusia, Belarus, dan Maroko.
Selain itu, pasokan gas untuk pabrik pupuk diprioritaskan, dan upaya diplomasi dilakukan untuk memastikan keamanan jalur pengiriman.
Namun langkah-langkah ini dinilai masih bersifat jangka pendek. Masalah utama tetap pada ketergantungan struktural India terhadap impor energi dan bahan baku pertanian.
Ancaman Nyata dari Konflik Jauh
Konflik Iran mungkin bisa berakhir dalam waktu dekat. Namun risiko yang terungkap dari situasi ini menunjukkan kerentanan besar dalam sistem ketahanan pangan India.
Jika harga pangan naik 10 persen, jutaan orang akan jatuh miskin. Jika naik 20 persen, yang sangat mungkin terjadi dalam konflik berkepanjangan, dampaknya bisa menjadi bencana kemanusiaan dan politik.
Inilah paradoks globalisasi: sebuah negara tidak perlu terlibat perang untuk menjadi korban terbesar.
Cukup dengan memiliki ketergantungan tinggi pada jalur pasokan yang berada di wilayah konflik.
Selat Hormuz kini menjadi alarm keras bagi India. Tantangannya bukan hanya menghadapi krisis saat ini, tetapi juga membangun sistem ketahanan pangan yang lebih kuat untuk masa depan.(*)