Berita Internasional
Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup
India bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik yang kian meluas antara Iran dan poros Amerika Serikat–Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INDIA-Dampak-paling-buruk-dialami-India-saat-selat-Hormuz-ditutup.jpg)
Jika pasokan energi terganggu akibat konflik di Selat Hormuz, produksi dalam negeri pun ikut terdampak.
Seorang sumber pemerintah bahkan mengakui bahwa jika konflik berkepanjangan, kondisi bisa menjadi “ketat”, sebuah istilah halus untuk menggambarkan potensi krisis besar di sektor pertanian.
Harga Pupuk Naik, Ancaman Kemiskinan Meningkat
Pasar global sudah mulai menunjukkan tanda-tanda bahaya. Harga urea yang sebelumnya di bawah 425 dolar AS per ton kini melonjak di atas 600 dolar.
Dalam kondisi pasokan terbatas, negara-negara kaya cenderung menimbun stok dengan harga tinggi, sementara negara berkembang seperti India harus bersaing dalam pasar yang semakin mahal.
Situasi semakin sulit karena China, yang sebelumnya menjadi alternatif pemasok, telah menghentikan ekspor pupuknya.
Dampaknya sangat nyata bagi masyarakat. Ketika harga pupuk naik, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan sulit: menambah subsidi atau membebankan biaya ke petani.
Jika subsidi dibatasi, petani akan mengurangi penggunaan pupuk, yang berujung pada penurunan hasil panen.
Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, penurunan produksi pangan akan langsung memicu kenaikan harga makanan.
Dampaknya sangat besar, mengingat masyarakat miskin di India menghabiskan hingga 50–60 persen pendapatan mereka untuk membeli makanan.
Menurut studi Bank Pembangunan Asia, kenaikan harga pangan sebesar 10 persen saja dapat mendorong sekitar 30 juta orang jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, laporan ESCAP menyebut dampak serupa bisa menyeret hingga 64 juta orang ke jurang kemiskinan di Asia, dengan India sebagai negara yang paling terdampak.
Saat ini saja, India telah memiliki lebih dari 230 juta penduduk yang mengalami kekurangan gizi.
Lonjakan harga pangan berisiko memperburuk kondisi tersebut, bahkan mengancam stabilitas sosial.
Dampak Ekonomi Meluas
Kenaikan harga pangan juga akan memicu inflasi secara keseluruhan. Bank sentral India berpotensi menaikkan suku bunga, yang pada akhirnya menekan investasi dan pertumbuhan ekonomi.