Minggu, 22 Maret 2026

Berita Internasional

UE Pertimbangkan Aktifkan “Bazooka Perdagangan” Usai Trump Ancam Tarif dan Isu Aneksasi Greenland

Uni Eropa (UE) tengah mempertimbangkan penggunaan instrumen pembalasan dagang terkuatnya, yang dikenal sebagai “trade bazooka”,

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto UE Pertimbangkan Aktifkan “Bazooka Perdagangan” Usai Trump Ancam Tarif dan Isu Aneksasi Greenland
/VCG
ILUSTRASI -- Bendera Uni Eropa berkibar di tiang bendera di Brussels, Belgia, April 2024. 
Ringkasan Berita:
  • Uni Eropa mempertimbangkan langkah balasan dagang terkuatnya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru bagi negara Eropa pendukung Greenland
  • Ancaman tarif ini memicu ketegangan serius antara Washington dan Brussel. 
  • Para pemimpin Eropa menyebut langkah AS berpotensi merusak hubungan transatlantik.

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Uni Eropa (UE) tengah mempertimbangkan penggunaan instrumen pembalasan dagang terkuatnya, yang dikenal sebagai “trade bazooka”, menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang mendukung Greenland.

Langkah ini menandai eskalasi serius ketegangan hubungan transatlantik antara Washington dan Brussel.

Untuk pertama kalinya, UE membuka peluang mengaktifkan mekanisme yang secara resmi disebut Anti-Coercion Instrument (ACI), di tengah meningkatnya ancaman Trump untuk menganeksasi Greenland, wilayah otonom milik Denmark.

Pada Sabtu, Presiden Trump menyatakan Amerika Serikat akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang impor dari delapan negara Eropa, yakni Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris.

Baca juga: Banjir Pohuwato Tak Bisa Disalahkan ke PETI Saja, Ini Kata WALHI Gorontalo

Trump juga memperingatkan bahwa tarif tersebut akan melonjak menjadi 25 persen mulai 1 Juni, apabila tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland.

Ia menegaskan wilayah tersebut vital bagi keamanan nasional AS, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Ancaman ini muncul setelah negara-negara Eropa tersebut secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Greenland, yang kian memperuncing perselisihan antara Amerika Serikat dan sekutu tradisionalnya di Eropa.

Pengumuman tarif tersebut dengan cepat memicu ketegangan diplomatik dan mendorong digelarnya pertemuan darurat para perwakilan negara UE di Brussel pada Minggu.

Pertemuan itu membahas langkah balasan segera serta dampaknya terhadap masa depan hubungan UE–AS.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, usai pertemuan darurat, secara tegas menyatakan bahwa “sudah saatnya Uni Eropa menggunakan ‘bazooka perdagangan’ untuk pertama kalinya.”

Apa Itu “Trade Bazooka” Uni Eropa?

Istilah trade bazooka merujuk pada Anti-Coercion Instrument (ACI), sebuah mekanisme yang dirancang untuk memperkuat kemampuan UE dalam melindungi kepentingannya dari tekanan ekonomi negara di luar blok Eropa.

Melalui ACI, UE dapat:

Memberlakukan tarif balasan

Membatasi akses perusahaan AS ke Pasar Tunggal Eropa

Melarang perusahaan Amerika mengikuti tender proyek-proyek bernilai besar di Uni Eropa

Selain tarif, para pejabat UE menyebutkan bahwa langkah balasan juga bisa mencakup pembatasan ekspor dan kontrol tambahan terhadap kepentingan ekonomi AS.

Mengutip laporan Reuters, UE juga mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali tarif balasan senilai 93 miliar euro terhadap Amerika Serikat, yang sebelumnya ditunda setelah kedua pihak mencapai gencatan senjata dagang sementara pada Juli 2025.

Para diplomat Eropa menggambarkan situasi saat ini sebagai belum pernah terjadi sebelumnya, karena sengketa dagang sebelumnya dengan AS tidak pernah mendorong UE mempertimbangkan langkah sekeras ini.

Langkah selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil negosiasi UE–AS. Namun para pemimpin Eropa menegaskan bahwa mereka siap bertindak cepat jika Washington mempertahankan atau meningkatkan ancaman tarifnya.

Eropa Tegaskan Solidaritas Penuh untuk Greenland

Sebagai respons atas ancaman tarif Presiden Trump, delapan negara Eropa mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu yang menegaskan solidaritas mereka terhadap Greenland.

“Kami berdiri dalam solidaritas penuh dengan Kerajaan Denmark dan rakyat Greenland,” demikian isi pernyataan tersebut, yang juga menekankan kepentingan keamanan bersama di kawasan Arktik.

Sebagai anggota NATO, negara-negara tersebut menyatakan komitmen untuk memperkuat keamanan Arktik sebagai prioritas transatlantik bersama.

Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa ancaman tarif dari Washington berpotensi merusak aliansi jangka panjang, bahkan memicu “spiral penurunan berbahaya” dalam hubungan transatlantik.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan UE akan berdiri teguh membela hukum internasional, sementara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa tarif hanya akan merusak hubungan UE–AS.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengkritik langkah Trump dalam percakapan telepon pada Minggu.

Ia menilai penggunaan tarif terhadap sesama sekutu NATO sebagai alat tekanan terkait Greenland tidak dapat dibenarkan dan berisiko mengganggu stabilitas hubungan transatlantik.

“Keamanan di wilayah utara merupakan prioritas bagi seluruh sekutu NATO untuk melindungi kepentingan Euro-Atlantik,” demikian pernyataan Downing Street, seraya menegaskan bahwa menjatuhkan tarif terhadap sekutu demi kepentingan keamanan kolektif adalah langkah yang keliru.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved