Berita Internasional
Iran jadi Lebih Berani! Kini Luncurkan Rudal 4.000 Km ke Diego Garcia
Selama bertahun-tahun, Iran menegaskan bahwa mereka membatasi jangkauan rudal balistiknya hingga 2.000 kilometer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RUDAL-IRAN-Iran-menembakkan-dua-rudal-balistik-jarak-menengah-ke-Diego-Garcia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iran sebelumnya membatasi jangkauan rudalnya hingga 2.000 km sebagai strategi politik, namun batas tersebut runtuh setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei.
- Serangan ke Diego Garcia yang berjarak 4.000 km, meski gagal, menunjukkan perubahan besar dalam strategi militer Iran.
- Para analis menilai langkah ini sebagai sinyal bahwa Iran kini siap memperluas ancaman hingga ke luar kawasan Timur Tengah.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Selama bertahun-tahun, Iran menegaskan bahwa mereka membatasi jangkauan rudal balistiknya hingga 2.000 kilometer.
Kebijakan ini bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan keputusan politik yang disengaja.
Pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, pada 2021 menyatakan bahwa ia sendiri yang menetapkan batas tersebut, meskipun mendapat protes dari kalangan militer.
Ia menggambarkannya sebagai pilihan strategis untuk menahan diri.
Menurut pejabat militer Iran, pembatasan itu juga dimaksudkan sebagai sinyal kepada Eropa bahwa wilayah mereka tidak menjadi sasaran Iran.
Namun situasi berubah drastis.
Pada 21 Maret, hanya beberapa minggu setelah kematian Khamenei dalam perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Teheran meluncurkan dua rudal balistik ke Diego Garcia, sebuah pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia yang berjarak sekitar 4.000 kilometer dari wilayah Iran.
Baca juga: Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari per Pekan Usai Lebaran
Langkah ini menandai satu hal penting: batas 2.000 kilometer tersebut tampaknya sudah tidak berlaku lagi.
Serangan Gagal, Tapi Pesan Tersampaikan
Kedua rudal yang diluncurkan tidak mencapai sasaran. Satu rudal gagal saat penerbangan, sementara rudal lainnya berhasil dicegat oleh kapal perang Amerika Serikat.
Analis menilai bahwa untuk mencapai Diego Garcia, Iran harus mengurangi muatan hulu ledak dari rudal jarak jauhnya yang paling canggih, yakni Khorramshahr-4, hingga hanya sebagian kecil dari kapasitas normal. Hal ini menimbulkan keraguan besar terhadap akurasi serangan, terutama di wilayah laut terbuka.
Namun bagi para pakar, keberhasilan bukanlah poin utama.
“Permainan telah berubah,” kata Michael Horowitz, analis pertahanan independen yang berbasis di Israel.
Menurutnya, Iran kini berada dalam situasi perang bertahan hidup dan mengambil keputusan jangka pendek.
“Selama bertahun-tahun, Teheran menggunakan batas 2.000 kilometer sebagai cara untuk menenangkan kawasan sambil tetap menjaga efek gentar. Sekarang logika itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mendesak: menunjukkan bahwa Iran masih mampu memberikan dampak dan gangguan jauh melampaui wilayah sekitarnya,” ujarnya.