Berita Internasional
Iran jadi Lebih Berani! Kini Luncurkan Rudal 4.000 Km ke Diego Garcia
Selama bertahun-tahun, Iran menegaskan bahwa mereka membatasi jangkauan rudal balistiknya hingga 2.000 kilometer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RUDAL-IRAN-Iran-menembakkan-dua-rudal-balistik-jarak-menengah-ke-Diego-Garcia.jpg)
Runtuhnya batas rudal ini hanya beberapa hari setelah kematian Khamenei, sehingga sulit dianggap sebagai kebetulan.
Batas 2.000 kilometer itu sebenarnya bukan kendala teknis. Program rudal Iran telah lama melampauinya.
Namun, batas tersebut adalah kebijakan politik pribadi Khamenei, yang dipertahankan meski mendapat tekanan dari Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Analis keamanan dari Tel Aviv, Danny Citrinowicz, menilai serangan ini mencerminkan perubahan keseimbangan kekuasaan di dalam Iran.
“Iran yang muncul sekarang kemungkinan akan bertindak lebih berani mengambil risiko, mirip sistem seperti Korea Utara, dibandingkan aktor yang berhati-hati seperti sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya pada 8 Maret, disebut belum sepenuhnya mengonsolidasikan kekuasaan. Bahkan, ia belum terlihat di publik sejak menjabat.
Belum jelas apakah serangan ke Diego Garcia merupakan perintah langsung dari pemimpin baru tersebut atau inisiatif IRGC yang kini tidak lagi terikat aturan lama.
Namun hasilnya sama: pembatas yang bertahan bertahun-tahun kini menghilang hampir seketika.
Tanda Kelemahan Sekaligus Ancaman Baru
Horowitz menilai bahwa upaya menyerang Diego Garcia justru mencerminkan kelemahan Iran, bukan semata kekuatan.
“Semakin sistem penangkalnya runtuh, semakin menarik bagi Iran untuk mengembangkan kemampuan nuklir dan rudal jarak lebih jauh sebagai pengganti,” ujarnya.
Ia menambahkan, Iran kini tidak lagi bisa dianggap sebagai ancaman yang terbatas di kawasan Timur Tengah. Negara itu sedang membangun kapasitas untuk meningkatkan tekanan terhadap musuh yang lebih jauh.
Dampak Global, Eropa Mulai Khawatir
Perkembangan ini membawa implikasi besar, terutama bagi Eropa.
Iran kini menunjukkan kemauan, meski belum sepenuhnya kemampuan, untuk menyerang target jauh di luar kawasan.
Di saat yang sama, Teheran juga mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.
Jika hal ini terjadi, pasar energi Eropa bisa terguncang, yang pada akhirnya berpotensi menguntungkan Rusia.
“Jika saya orang Eropa, saya akan khawatir,” kata Horowitz.
(*)