Minggu, 22 Maret 2026

Berita Internasional

Iran Buka “Kartu Tersembunyi” di Perang Minggu Keempat, dari Rudal Baru hingga Jaringan Global

Memasuki pekan keempat perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru yang sebelumnya

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Iran Buka “Kartu Tersembunyi” di Perang Minggu Keempat, dari Rudal Baru hingga Jaringan Global
TribunGorontalo.com
RUDAL IRAN -- Iran belum menyentuh persediaan besar rudal jelajahnya, termasuk varian anti-kapal yang terbukti efektif dalam pertempuran jarak dekat (Foto: media pemerintah Iran) 

Ringkasan Berita:
  • Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru dalam perang melawan AS dan Israel, termasuk penggunaan rudal jarak jauh dan drone canggih. 
  • Strategi yang digunakan mengarah pada perang intensitas rendah untuk melelahkan musuh sebelum melancarkan serangan besar. 
  • Selain kekuatan militer, Iran juga berpotensi mengaktifkan milisi sekutu dan jaringan agen global untuk memperluas konflik.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Memasuki pekan keempat perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru yang sebelumnya belum pernah digunakan.

Para pejabat di Teheran bahkan memberi sinyal bahwa masih ada “kartu-kartu lain” yang belum dimainkan, mulai dari rudal baru, milisi sekutu, hingga jaringan agen rahasia di luar negeri.

Serangan rudal ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia menjadi bukti nyata lonjakan kemampuan tersebut.

Rudal yang ditembakkan diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.400 mil (lebih dari 3.800 kilometer), jauh melampaui perkiraan sebelumnya terhadap kemampuan Iran.

Baca juga: Iran jadi Lebih Berani! Kini Luncurkan Rudal 4.000 Km ke Diego Garcia

Tak hanya itu, militer Iran juga untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik jarak menengah baru bernama Haj Qasem, yang membawa hulu ledak seberat setengah ton.

Sementara itu, senjata paling kuat Iran, Khorramshahr-4, kini digunakan dalam jumlah lebih besar dalam serangan-serangan terbaru.

Iran Tetap Percaya Diri Meski Rugi Besar

Meski mengalami kerugian besar dari serangan udara gabungan AS-Israel, baik dari sisi personel maupun material, para pejabat Iran tetap menunjukkan sikap percaya diri dan bahkan mengancam akan meningkatkan eskalasi.

Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menyatakan bahwa Iran kini menggunakan senjata yang sebelumnya tidak pernah dipakai dalam konflik.

“Kami menggunakan senjata dalam perang ini yang belum pernah kami gunakan sebelumnya, dan kami akan menggunakannya lebih banyak dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Setelah sempat mengalami penurunan tajam dalam intensitas peluncuran rudal dan drone di awal konflik, pelacak konflik berbasis sumber terbuka kini mencatat peningkatan kembali, baik dari sisi jumlah peluncuran maupun tingkat keberhasilan serangan.

Kondisi ini juga terjadi di tengah laporan menipisnya stok sistem pencegat (interceptor) di kawasan.

Strategi “Perang Intensitas Rendah” untuk Melelahkan Musuh

Sebuah blog analisis militer pro-Iran, Deep Dive Defence, menyebut bahwa Iran tengah menjalankan strategi “perang intensitas rendah yang dipertahankan” (low intensity preserving warfare).

Strategi ini bertujuan untuk menguras kekuatan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu Teluk mereka secara perlahan, sambil menunggu momen untuk menyerang target bernilai tinggi dengan dampak yang lebih besar.

Dalam pekan ini, Iran mengklaim sejumlah serangan berhasil di Israel, termasuk menghantam kilang minyak di Haifa serta infrastruktur energi penting di kawasan Teluk.

Rudal Jelajah, Drone Canggih, dan Ancaman di Selat Hormuz

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved