Berita Internasional
Iran Buka “Kartu Tersembunyi” di Perang Minggu Keempat, dari Rudal Baru hingga Jaringan Global
Memasuki pekan keempat perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru yang sebelumnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RUDAL-IRAN-Iran-belum-menyentuh-persediaan-besar-rudal-jelajahnya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru dalam perang melawan AS dan Israel, termasuk penggunaan rudal jarak jauh dan drone canggih.
- Strategi yang digunakan mengarah pada perang intensitas rendah untuk melelahkan musuh sebelum melancarkan serangan besar.
- Selain kekuatan militer, Iran juga berpotensi mengaktifkan milisi sekutu dan jaringan agen global untuk memperluas konflik.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Memasuki pekan keempat perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru yang sebelumnya belum pernah digunakan.
Para pejabat di Teheran bahkan memberi sinyal bahwa masih ada “kartu-kartu lain” yang belum dimainkan, mulai dari rudal baru, milisi sekutu, hingga jaringan agen rahasia di luar negeri.
Serangan rudal ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia menjadi bukti nyata lonjakan kemampuan tersebut.
Rudal yang ditembakkan diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.400 mil (lebih dari 3.800 kilometer), jauh melampaui perkiraan sebelumnya terhadap kemampuan Iran.
Baca juga: Iran jadi Lebih Berani! Kini Luncurkan Rudal 4.000 Km ke Diego Garcia
Tak hanya itu, militer Iran juga untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik jarak menengah baru bernama Haj Qasem, yang membawa hulu ledak seberat setengah ton.
Sementara itu, senjata paling kuat Iran, Khorramshahr-4, kini digunakan dalam jumlah lebih besar dalam serangan-serangan terbaru.
Iran Tetap Percaya Diri Meski Rugi Besar
Meski mengalami kerugian besar dari serangan udara gabungan AS-Israel, baik dari sisi personel maupun material, para pejabat Iran tetap menunjukkan sikap percaya diri dan bahkan mengancam akan meningkatkan eskalasi.
Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menyatakan bahwa Iran kini menggunakan senjata yang sebelumnya tidak pernah dipakai dalam konflik.
“Kami menggunakan senjata dalam perang ini yang belum pernah kami gunakan sebelumnya, dan kami akan menggunakannya lebih banyak dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Setelah sempat mengalami penurunan tajam dalam intensitas peluncuran rudal dan drone di awal konflik, pelacak konflik berbasis sumber terbuka kini mencatat peningkatan kembali, baik dari sisi jumlah peluncuran maupun tingkat keberhasilan serangan.
Kondisi ini juga terjadi di tengah laporan menipisnya stok sistem pencegat (interceptor) di kawasan.
Strategi “Perang Intensitas Rendah” untuk Melelahkan Musuh
Sebuah blog analisis militer pro-Iran, Deep Dive Defence, menyebut bahwa Iran tengah menjalankan strategi “perang intensitas rendah yang dipertahankan” (low intensity preserving warfare).
Strategi ini bertujuan untuk menguras kekuatan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu Teluk mereka secara perlahan, sambil menunggu momen untuk menyerang target bernilai tinggi dengan dampak yang lebih besar.
Dalam pekan ini, Iran mengklaim sejumlah serangan berhasil di Israel, termasuk menghantam kilang minyak di Haifa serta infrastruktur energi penting di kawasan Teluk.
Rudal Jelajah, Drone Canggih, dan Ancaman di Selat Hormuz
| Iran jadi Lebih Berani! Kini Luncurkan Rudal 4.000 Km ke Diego Garcia |
|
|---|
| Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup |
|
|---|
| Geger! Iran Klaim Tembak Jet Siluman F-35, AS Masih Selidiki |
|
|---|
| Krisis Energi Global Makin Nyata, Sri Lanka Ubah Sistem Kerja Jadi 4 Hari Sepekan |
|
|---|
| Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon |
|
|---|