Berita Internasional
Iran Buka “Kartu Tersembunyi” di Perang Minggu Keempat, dari Rudal Baru hingga Jaringan Global
Memasuki pekan keempat perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru yang sebelumnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RUDAL-IRAN-Iran-belum-menyentuh-persediaan-besar-rudal-jelajahnya.jpg)
Iran terus memperluas penggunaan rudal permukaan-ke-permukaan dalam konflik ini.
Salah satu perkembangan paling mencolok adalah klaim keberhasilan serangan yang mengenai jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat.
Militer AS mengonfirmasi pesawat tersebut mengalami kerusakan namun berhasil melakukan pendaratan darurat, dengan pilot dalam kondisi stabil.
Di sisi lain, Iran juga telah menguji, meski belum digunakan dalam pertempuran, kendaraan peluncur luar angkasa seperti Simorgh dan Zuljanah.
Para analis AS meyakini teknologi ini dapat dimodifikasi menjadi rudal balistik jarak jauh dengan jangkauan lebih dari 2.500 mil.
Iran juga diketahui memiliki stok besar rudal jelajah, termasuk varian anti-kapal yang berpotensi sangat efektif dalam pertempuran laut jarak dekat, terutama jika kapal perang mencoba menembus blokade di Selat Hormuz.
Pakar keamanan Iran di Jenewa, Farzan Sabet, menyebut bahwa rudal jelajah Iran mungkin tidak terlalu efektif melawan Israel, tetapi bisa jauh lebih berbahaya bagi negara-negara Teluk yang memiliki waktu reaksi lebih singkat.
Ia juga menambahkan bahwa rudal anti-kapal Iran berpotensi sangat efektif terhadap kapal sipil maupun militer di perairan sempit seperti Selat Hormuz, meski belum benar-benar diuji dalam kondisi perang nyata.
Kekhawatiran ini terlihat dari langkah militer AS yang melancarkan serangan bunker-buster di sepanjang garis pantai selat tersebut, yang disebut menargetkan instalasi rudal anti-kapal Iran.
Sementara itu, Donald Trump berjanji akan menguasai jalur pelayaran vital itu dan bahkan membuka opsi pengawalan tanker minyak oleh Angkatan Laut AS.
Namun, para perencana militer masih berhati-hati karena risiko tinggi, termasuk ancaman drone laut, ranjau, dan rudal.
Drone Generasi Baru dan Ancaman yang Belum Digunakan
Iran juga disebut belum sepenuhnya mengerahkan sejumlah drone canggih yang dimilikinya.
Selain drone “pekerja keras” Shahed-136, Iran telah mengembangkan penerusnya, Shahed-238, yang menggunakan mesin jet sehingga lebih cepat dan lebih sulit dicegat.
Menurut Sabet, ada pula tiga model drone lain yang terungkap dalam peretasan data tahun 2024, yang berpotensi dikerahkan dalam konflik ini.
Milisi Sekutu Bisa Sewaktu-waktu Terlibat
Para analis Timur Tengah mempertanyakan mengapa kelompok Houthi di Yaman, sekutu dekat Iran, belum ikut terlibat langsung dalam konflik ini.
| Iran jadi Lebih Berani! Kini Luncurkan Rudal 4.000 Km ke Diego Garcia |
|
|---|
| Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup |
|
|---|
| Geger! Iran Klaim Tembak Jet Siluman F-35, AS Masih Selidiki |
|
|---|
| Krisis Energi Global Makin Nyata, Sri Lanka Ubah Sistem Kerja Jadi 4 Hari Sepekan |
|
|---|
| Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon |
|
|---|