Minggu, 22 Maret 2026

Berita Internasional

Iran Buka “Kartu Tersembunyi” di Perang Minggu Keempat, dari Rudal Baru hingga Jaringan Global

Memasuki pekan keempat perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Iran mulai menunjukkan kemampuan militer baru yang sebelumnya

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Iran Buka “Kartu Tersembunyi” di Perang Minggu Keempat, dari Rudal Baru hingga Jaringan Global
TribunGorontalo.com
RUDAL IRAN -- Iran belum menyentuh persediaan besar rudal jelajahnya, termasuk varian anti-kapal yang terbukti efektif dalam pertempuran jarak dekat (Foto: media pemerintah Iran) 

Namun situasi itu bisa berubah kapan saja.

Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, telah memperingatkan bahwa mereka siap bertindak. Peneliti dari International Crisis Group juga melaporkan adanya tanda-tanda persiapan militer.

Menteri pertahanan Houthi bahkan menyebut tahap awal intervensi bisa berupa blokade laut terhadap AS dan Israel, mengulang strategi yang sempat melumpuhkan pelayaran Laut Merah pada 2023–2025.

Pakar keamanan Teluk dari King's College London, Andreas Krieg, menyebut bahwa jika Houthi memblokade Selat Bab-el-Mandeb, maka itu akan menjadi “skenario kiamat” bagi pasar energi global.

Meski demikian, ia menilai Houthi juga mempertimbangkan kepentingan domestik mereka dan tidak ingin sekadar menjadi alat strategi Iran.

Selain itu, Iran juga bisa meningkatkan eskalasi melalui milisi di Irak, meski beberapa kelompok kuat seperti Kataib Hezbollah telah dilemahkan oleh serangan AS.

Jaringan Agen Global dan Ancaman Tersembunyi

Iran diyakini memiliki jaringan agen global yang dapat diaktifkan untuk operasi rahasia.

Dalam beberapa tahun terakhir, polisi Inggris mengklaim berhasil menggagalkan puluhan rencana serangan yang dikaitkan dengan Teheran.

Belanda bahkan meningkatkan pengamanan terhadap kelompok oposisi Iran setelah insiden penembakan terhadap anggota komunitas diaspora.

Uni Emirat Arab juga mengumumkan telah membongkar sel yang melibatkan Iran dan Hezbollah di wilayahnya.

Pakar kontra-terorisme dari The Soufan Group, Colin Clarke, menyebut bahwa Iran bisa mulai “mengoperasionalkan” jaringan ini seiring meningkatnya eskalasi konflik.

Ia memperingatkan potensi serangan terhadap target lunak seperti kedutaan, institusi budaya, atau simbol-simbol Amerika, Israel, dan Yahudi.

Sementara itu, Krieg menambahkan bahwa aset Iran juga bisa diaktifkan di negara-negara seperti Inggris untuk melakukan serangan terhadap target AS dan Israel, meski ia menilai tingkat ancaman saat ini masih rendah, namun tidak bisa diabaikan.

(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved