Berita Internasional
Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon
Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap posisi rudal milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (waktu setempat).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMBOB-AS-menjatuhkan-bom-seberat-5000-pon.jpg)
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke posisi rudal Iran di sekitar Selat Hormuz menggunakan bom penembus 5.000 pon.
- Serangan ini dilakukan karena instalasi rudal Iran dinilai mengancam jalur pelayaran global, terutama setelah penutupan Selat Hormuz.
- Donald Trump optimistis kawasan segera aman meski menuai kritik dan kekhawatiran internasional.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap posisi rudal milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (waktu setempat).
Serangan ini menggunakan bom berat seberat 5.000 pon jenis “deep penetrator” yang dirancang untuk menghancurkan target yang diperkuat, dalam operasi yang disebut bertujuan menetralkan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.
Komando Pusat Militer AS atau United States Central Command menyatakan bahwa pasukan mereka menggunakan sejumlah amunisi berat untuk menghantam lokasi rudal Iran yang dibangun di sepanjang garis pantai, dekat jalur laut vital tersebut.
“Pasukan AS berhasil menggunakan beberapa munisi penembus seberat 5.000 pon pada situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai dekat Selat Hormuz,” demikian pernyataan Central Command melalui platform media sosial X.
Baca juga: Kongres Amerika Siapkan 10 Pertanyaan “Interogasi” untuk Presiden Trump Terkait Perang Iran
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, dengan Selat Hormuz menjadi titik panas utama dalam konflik yang terus berkembang.
Iran dilaporkan telah menutup Selat Hormuz, jalur energi global yang sangat krusial, di mana hampir seperlima pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut.
Pejabat AS menyebut instalasi rudal yang menjadi target sebagai ancaman serius bagi pelayaran internasional dan keamanan maritim di kawasan itu.
Berdasarkan laporan tahun 2022 dari Air Force Times, setiap bom penembus seberat 5.000 pon tersebut bernilai sekitar 288.000 dolar AS.
Meski demikian, daya hancurnya masih berada di bawah bom penghancur bunker seberat 30.000 pon yang sebelumnya pernah digunakan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Selat Hormuz akan segera diamankan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Besok Kamis 19 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan
“Tidak akan lama lagi,” ujar Trump, meski negara-negara NATO disebut belum memberikan dukungan dalam ketegangan yang berlangsung.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Trump mengatakan bahwa operasi militer AS terus menekan wilayah pesisir Iran.
“Kami menghantam habis wilayah pantai. Ini pada dasarnya tentang pantai dan perairannya. Dan tidak akan lama lagi,” kata Trump tanpa merinci jadwal maupun strategi pengamanan jalur minyak tersebut.