Berita Internasional
Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon
Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap posisi rudal milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (waktu setempat).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMBOB-AS-menjatuhkan-bom-seberat-5000-pon.jpg)
Ia juga memuji mitra regional, termasuk pemerintahan di Tel Aviv, yang disebut banyak membantu operasi AS.
Sebelumnya, Trump mendesak sekutu untuk memberikan dukungan lebih besar.
Ia juga menanggapi peringatan Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang menyebut pengerahan pasukan AS bisa memicu konflik seperti Perang Vietnam.
“Saya tidak takut apa pun,” tegas Trump.
Dalam pertemuan di Gedung Putih, Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin menekankan pentingnya hubungan transatlantik, sekaligus membela Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Namun, Trump justru mengkritik Starmer karena tidak mengirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz atau memberikan dukungan tambahan.
“Dia pria yang sangat baik… tapi tidak menghasilkan,” sindir Trump.
Trump juga menyinggung ambisi nuklir Iran, dengan menyatakan bahwa dunia seharusnya berterima kasih kepada AS atas upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
“Semua orang di dunia seharusnya sangat berterima kasih,” ujarnya, sembari mengkritik NATO dan negara lain yang dianggap kurang berkontribusi.
Di sisi lain, laporan CNN menyebut partai oposisi di Irlandia menilai serangan AS dan pemerintah di Tel Aviv terhadap Iran melanggar hukum internasional.
Para pemimpin politik di negara tersebut pun menyerukan deeskalasi dan penyelesaian konflik secara damai.
(*)