Kamis, 19 Maret 2026

Berita Internasional

Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon

Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap posisi rudal milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (waktu setempat).

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon
TribunGorontalo.com
PEMBOB -- AS menjatuhkan bom seberat 5.000 pon di lokasi rudal Iran dekat Selat Hormuz. Foto: (Komando Pusat AS/X) 

 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke posisi rudal Iran di sekitar Selat Hormuz menggunakan bom penembus 5.000 pon.
  • Serangan ini dilakukan karena instalasi rudal Iran dinilai mengancam jalur pelayaran global, terutama setelah penutupan Selat Hormuz.
  • Donald Trump optimistis kawasan segera aman meski menuai kritik dan kekhawatiran internasional.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap posisi rudal milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (waktu setempat).

Serangan ini menggunakan bom berat seberat 5.000 pon jenis “deep penetrator” yang dirancang untuk menghancurkan target yang diperkuat, dalam operasi yang disebut bertujuan menetralkan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.

Komando Pusat Militer AS atau United States Central Command menyatakan bahwa pasukan mereka menggunakan sejumlah amunisi berat untuk menghantam lokasi rudal Iran yang dibangun di sepanjang garis pantai, dekat jalur laut vital tersebut.

“Pasukan AS berhasil menggunakan beberapa munisi penembus seberat 5.000 pon pada situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai dekat Selat Hormuz,” demikian pernyataan Central Command melalui platform media sosial X.

Baca juga: Kongres Amerika Siapkan 10 Pertanyaan “Interogasi” untuk Presiden Trump Terkait Perang Iran

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, dengan Selat Hormuz menjadi titik panas utama dalam konflik yang terus berkembang.

Iran dilaporkan telah menutup Selat Hormuz, jalur energi global yang sangat krusial, di mana hampir seperlima pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Pejabat AS menyebut instalasi rudal yang menjadi target sebagai ancaman serius bagi pelayaran internasional dan keamanan maritim di kawasan itu.

Berdasarkan laporan tahun 2022 dari Air Force Times, setiap bom penembus seberat 5.000 pon tersebut bernilai sekitar 288.000 dolar AS.

Meski demikian, daya hancurnya masih berada di bawah bom penghancur bunker seberat 30.000 pon yang sebelumnya pernah digunakan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Selat Hormuz akan segera diamankan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Besok Kamis 19 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan

“Tidak akan lama lagi,” ujar Trump, meski negara-negara NATO disebut belum memberikan dukungan dalam ketegangan yang berlangsung.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Trump mengatakan bahwa operasi militer AS terus menekan wilayah pesisir Iran.

“Kami menghantam habis wilayah pantai. Ini pada dasarnya tentang pantai dan perairannya. Dan tidak akan lama lagi,” kata Trump tanpa merinci jadwal maupun strategi pengamanan jalur minyak tersebut.

Ia juga memuji mitra regional, termasuk pemerintahan di Tel Aviv, yang disebut banyak membantu operasi AS.

Sebelumnya, Trump mendesak sekutu untuk memberikan dukungan lebih besar.

Ia juga menanggapi peringatan Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang menyebut pengerahan pasukan AS bisa memicu konflik seperti Perang Vietnam.

“Saya tidak takut apa pun,” tegas Trump.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin menekankan pentingnya hubungan transatlantik, sekaligus membela Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Namun, Trump justru mengkritik Starmer karena tidak mengirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz atau memberikan dukungan tambahan.

“Dia pria yang sangat baik… tapi tidak menghasilkan,” sindir Trump.

Trump juga menyinggung ambisi nuklir Iran, dengan menyatakan bahwa dunia seharusnya berterima kasih kepada AS atas upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

“Semua orang di dunia seharusnya sangat berterima kasih,” ujarnya, sembari mengkritik NATO dan negara lain yang dianggap kurang berkontribusi.

Di sisi lain, laporan CNN menyebut partai oposisi di Irlandia menilai serangan AS dan pemerintah di Tel Aviv terhadap Iran melanggar hukum internasional.

Para pemimpin politik di negara tersebut pun menyerukan deeskalasi dan penyelesaian konflik secara damai.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved