Berita Internasional
Siapa yang Telepon Trump hingga Amerika Tunda Serang ke Iran?
Rencana serangan militer terhadap Iran yang disebut-sebut sudah berada di ambang pelaksanaan mendadak batal.
Ringkasan Berita:
- Rencana serangan militer terhadap Iran dilaporkan nyaris dilaksanakan sebelum sebuah panggilan telepon tingkat tinggi kepada Donald Trump mengubah keputusan di menit-menit terakhir.
- Tak lama setelah penundaan tersebut, Trump mengklaim menerima informasi bahwa Iran menghentikan eksekusi terhadap para pembangkang.
- Meski ketegangan militer mereda, situasi kemanusiaan di Iran masih memprihatinkan dengan ribuan korban jiwa akibat gelombang protes.
TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional -- Rencana serangan militer terhadap Iran yang disebut-sebut sudah berada di ambang pelaksanaan mendadak batal.
Bukan karena perubahan strategi militer, melainkan karena sebuah panggilan telepon dari seorang pemimpin negara sekutu Amerika Serikat yang masuk ke Gedung Putih pada saat-saat terakhir.
Laporan The New York Times mengungkap bahwa telepon tersebut berisi permintaan agar Donald Trump menahan diri dan tidak segera melancarkan serangan ke Iran, dengan alasan perlunya waktu tambahan untuk menghadapi potensi dampak dan balasan yang lebih luas.
Permintaan itu datang ketika situasi di kawasan sudah sangat tegang.
Baca juga: Petuah Zidane untuk Pelatih Real Madrid: Para Pemain Harus Menyukai Anda
Pada saat yang sama, sejumlah kedutaan besar di Teheran dilaporkan dievakuasi dan wilayah udara mulai dibersihkan, langkah yang selama ini kerap menjadi pertanda awal operasi militer besar.
Banyak pihak meyakini serangan hanya tinggal menunggu perintah akhir. Namun, percakapan tingkat tinggi itu disebut mengubah arah keputusan.
Sumber resmi yang dikutip TribunGorontalo.com menyebutkan bahwa Trump akhirnya memilih menunda eskalasi, membuka ruang bagi perkembangan baru yang muncul tak lama setelahnya.
Klaim Mengejutkan Trump: Eksekusi di Iran Dihentikan
Beberapa jam setelah keputusan penundaan tersebut, Trump menyampaikan pernyataan mengejutkan kepada publik.
Ia mengklaim telah menerima informasi dari “sumber-sumber yang sangat penting dari pihak seberang” yang menyatakan bahwa pembunuhan terhadap pembangkang di Iran telah dihentikan.
“Kami diberi tahu bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti, dan tidak ada rencana untuk eksekusi,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa tidak ada rencana pelaksanaan hukuman mati, seraya menyebut informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Trump juga menegaskan akan sangat marah jika klaim itu terbukti tidak benar.
Gedung Putih kemudian memperkuat pernyataan tersebut dengan menyebut bahwa sekitar 800 eksekusi di Iran telah dihentikan, dan Trump terus memantau situasi secara langsung.
“Kami menyelamatkan banyak nyawa kemarin,” ujar Trump dalam wawancara telepon dengan NBC News.
Respons Iran dan Tekanan Diplomatik Kawasan
Tak lama setelah pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Fox News bahwa tidak ada rencana untuk menggantung para pengunjuk rasa.
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|
| Analisis Geopolitik Jika Amerika Berani Serang Iran, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bisa Tenggelam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PRESIDEN-AS-DONALD-TRUMP-MENELPON.jpg)