Berita Internasional
Siapa yang Telepon Trump hingga Amerika Tunda Serang ke Iran?
Rencana serangan militer terhadap Iran yang disebut-sebut sudah berada di ambang pelaksanaan mendadak batal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PRESIDEN-AS-DONALD-TRUMP-MENELPON.jpg)
Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal meredanya ancaman hukuman mati, meski belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran internasional.
Di sisi lain, tekanan diplomatik juga datang dari kawasan Timur Tengah. Delegasi dari Qatar, Arab Saudi, Oman, dan Mesir dilaporkan secara terpisah meminta pemerintahan Trump agar tidak menyerang Iran, mengingat risiko meluasnya konflik regional yang sulit dikendalikan.
Di Dalam Iran, Krisis Kemanusiaan Tetap Membara
Meski ketegangan militer mereda, situasi di dalam Iran justru semakin gelap. Pemerintah Iran dilaporkan memutus akses internet secara nasional, membatasi arus informasi dari dan ke luar negeri.
Dua pejabat Iran yang dikutip The New York Times menyebutkan bahwa sedikitnya 3.000 orang telah tewas sejak gelombang protes meluas ke berbagai wilayah.
Direktur Iran Human Rights, Mahmood Amiry-Moghaddam, menyebut kekerasan yang terjadi sebagai kejahatan kemanusiaan terencana.
“Ada laporan mengerikan tentang pengunjuk rasa yang ditembak saat melarikan diri, penggunaan senjata kelas militer, hingga eksekusi di jalan terhadap pengunjuk rasa yang terluka. Semua ini menunjukkan upaya pembunuhan massal terhadap warga sipil,” ujarnya.
Ia mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak guna menghentikan kekerasan yang masih berlangsung.
Kasus Erfan Soltani Jadi Simbol Tekanan Global
Sorotan juga tertuju pada Erfan Soltani (26), seorang demonstran yang sebelumnya dilaporkan menghadapi ancaman hukuman mati.
Soltani disebut sebagai pengunjuk rasa pertama yang terancam dieksekusi sejak protes terbaru pecah.
Keluarganya sempat menyatakan bahwa Soltani bisa dieksekusi kapan saja.
Namun, media pemerintah Iran kini menyebut dakwaan terhadapnya adalah bersekongkol melawan keamanan internal negara dan propaganda terhadap rezim, dakwaan yang tidak otomatis berujung hukuman mati jika diputus pengadilan.
Selain Soltani, seorang pemilik toko yang juga sempat terancam eksekusi kini dilaporkan tidak lagi menghadapi hukuman mati.
(*)
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|