Rabu, 4 Maret 2026

Berita Internasional

Siapa yang Telepon Trump hingga Amerika Tunda Serang ke Iran?

Rencana serangan militer terhadap Iran yang disebut-sebut sudah berada di ambang pelaksanaan mendadak batal.

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Siapa yang Telepon Trump hingga Amerika Tunda Serang ke Iran?
WHITE HOUSE
TELEPON -- Donald Trump saat menelpon, mengungkapkan jika telepon seseorang membuat dirinya mengurungkan niat serang Iran. 

Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal meredanya ancaman hukuman mati, meski belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran internasional.

Di sisi lain, tekanan diplomatik juga datang dari kawasan Timur Tengah. Delegasi dari Qatar, Arab Saudi, Oman, dan Mesir dilaporkan secara terpisah meminta pemerintahan Trump agar tidak menyerang Iran, mengingat risiko meluasnya konflik regional yang sulit dikendalikan.

Di Dalam Iran, Krisis Kemanusiaan Tetap Membara

Meski ketegangan militer mereda, situasi di dalam Iran justru semakin gelap. Pemerintah Iran dilaporkan memutus akses internet secara nasional, membatasi arus informasi dari dan ke luar negeri.

Dua pejabat Iran yang dikutip The New York Times menyebutkan bahwa sedikitnya 3.000 orang telah tewas sejak gelombang protes meluas ke berbagai wilayah.

Direktur Iran Human Rights, Mahmood Amiry-Moghaddam, menyebut kekerasan yang terjadi sebagai kejahatan kemanusiaan terencana.

“Ada laporan mengerikan tentang pengunjuk rasa yang ditembak saat melarikan diri, penggunaan senjata kelas militer, hingga eksekusi di jalan terhadap pengunjuk rasa yang terluka. Semua ini menunjukkan upaya pembunuhan massal terhadap warga sipil,” ujarnya.

Ia mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak guna menghentikan kekerasan yang masih berlangsung.

Kasus Erfan Soltani Jadi Simbol Tekanan Global

Sorotan juga tertuju pada Erfan Soltani (26), seorang demonstran yang sebelumnya dilaporkan menghadapi ancaman hukuman mati.

Soltani disebut sebagai pengunjuk rasa pertama yang terancam dieksekusi sejak protes terbaru pecah.

Keluarganya sempat menyatakan bahwa Soltani bisa dieksekusi kapan saja.

Namun, media pemerintah Iran kini menyebut dakwaan terhadapnya adalah bersekongkol melawan keamanan internal negara dan propaganda terhadap rezim, dakwaan yang tidak otomatis berujung hukuman mati jika diputus pengadilan.

Selain Soltani, seorang pemilik toko yang juga sempat terancam eksekusi kini dilaporkan tidak lagi menghadapi hukuman mati.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved