Real Madrid
Petuah Zidane untuk Pelatih Real Madrid: Para Pemain Harus Menyukai Anda
Zinedine Zidane pernah menegaskan bahwa kunci sukses seorang pelatih di Real Madrid bukan hanya strategi atau fisik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Zinedine-Zidane-kala-memimpin-sesi-latihan-Real-Madrid.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Zinedine Zidane pernah menegaskan bahwa kunci sukses seorang pelatih di Real Madrid bukan hanya strategi atau fisik, melainkan hubungan emosional dengan para pemain.
“Agar ruang ganti menerima apa yang ingin Anda terapkan, mereka harus menyukai Anda,” ucapnya seperti dilansir TribunGorontalo.com dari Football Espana, Jumat (16/1/2026).
Petuah itu kini menjadi relevan bagi Alvaro Arbeloa, pelatih baru Madrid, yang menghadapi tantangan besar setelah era Xabi Alonso berakhir.
Zidane berbicara dari pengalaman. Ia tahu betul bagaimana ruang ganti Madrid bisa menjadi tempat yang penuh tekanan, tetapi juga sumber kekuatan jika dikelola dengan bijak.
Baginya, pelatih bukan sekadar pemberi instruksi, melainkan sosok yang hadir untuk mendukung para pemain.
Ketika Zidane mengambil alih Madrid pada Januari 2016, ia langsung menyadari kondisi fisik tim tidak ideal.
Bersama Antonio Pintus, pelatih fisik yang kini kembali dibawa Arbeloa, Zidane menyiapkan program khusus untuk mengembalikan kebugaran skuad.
Ia mengingat betul bagaimana tiga pekan pertama menjadi masa krusial. Tanpa jadwal Liga Champions, Zidane memanfaatkan waktu itu untuk fokus pada latihan kardio singkat namun intensif.
Tujuannya sederhana: mengisi ulang energi para pemain agar siap menghadapi sisa musim.
Pendekatan itu berhasil. Madrid kembali bugar, dan enam bulan kemudian mereka meraih trofi Liga Champions. Namun bagi Zidane, keberhasilan itu bukan hanya soal fisik. Ia menekankan pentingnya kepercayaan dan kebersamaan di ruang ganti.
“Jika para pemain tidak senang dengan semua yang diberikan kepada mereka, sesi latihan akan selalu terasa kurang,” kata Zidane.
Legenda sepak bola Prancis ini menekankan bahwa pelatih harus membuat pemain menikmati setiap proses, bukan sekadar menuntut hasil.
Petuah itu kini menjadi tantangan bagi Arbeloa. Sebagai mantan bek Madrid, ia memahami kultur klub. Namun berbeda dengan Zidane, ia belum memiliki ruang ganti yang dipenuhi pemimpin berpengaruh seperti Sergio Ramos, Luka Modric, Toni Kroos, atau Cristiano Ronaldo.
Tugas Berat Arbeloa
Situasi ini membuat tugas Arbeloa semakin berat. Ia harus membangun kepercayaan dari skuad yang disebut-sebut kurang seimbang dan tidak sepenuhnya mendukung pelatih sebelumnya, Xabi Alonso.
Alonso sendiri akhirnya mengundurkan diri setelah tujuh bulan lebih memimpin tim.