Real Madrid
Petuah Zidane untuk Pelatih Real Madrid: Para Pemain Harus Menyukai Anda
Zinedine Zidane pernah menegaskan bahwa kunci sukses seorang pelatih di Real Madrid bukan hanya strategi atau fisik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Zinedine-Zidane-kala-memimpin-sesi-latihan-Real-Madrid.jpg)
Keputusan itu diumumkan klub pada 13 Januari 2026, hanya beberapa jam setelah Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Dalam pernyataan resmi, Madrid menegaskan bahwa pemutusan kontrak dilakukan atas kesepakatan bersama.
Klub juga menekankan rasa hormat terhadap Alonso, yang dianggap sebagai legenda dan bagian dari sejarah Madrid.
“Xabi Alonso akan selalu memiliki kasih sayang dan kekaguman dari semua penggemar Madrid,” tulis klub. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hubungan Alonso dengan para pemain tidak pernah benar-benar hangat.
Kondisi itu kontras dengan masa Zidane. Saat ia memimpin, para pemain merasa didukung dan dihargai. Hubungan personal yang ia bangun membuat ruang ganti menjadi lebih solid, bahkan ketika menghadapi tekanan besar.
Arbeloa kini dituntut untuk meniru pendekatan itu. Ia harus memastikan para pemain merasa nyaman, bukan hanya dengan metode latihan, tetapi juga dengan kehadirannya sebagai pelatih.
Zidane sudah memberi contoh: pelatih harus ada untuk pemain, bukan sebaliknya.
Kebugaran fisik memang penting, dan Arbeloa sudah mengambil langkah dengan membawa kembali Antonio Pintus. Namun kebugaran mental dan emosional tidak kalah krusial. Tanpa itu, ruang ganti akan tetap rapuh.
Zidane menekankan bahwa pelatih harus mampu menunjukkan empati. Ia harus hadir sebagai sosok yang bisa dipercaya, bukan hanya sebagai figur otoritatif.
“Kami ada untuk mendukung mereka,” tegasnya.
Baca juga: Debut Alvaro Arbeloa, Real Madrid Tereliminasi dari Copa Del Rey usai Dikalahkan Albacete
Arbeloa harus belajar dari kegagalan Alonso. Hubungan dingin dengan pemain membuat strategi apa pun sulit berjalan. Tanpa dukungan penuh dari skuad, pelatih akan selalu berada di ujung tanduk.
Madrid adalah klub dengan ekspektasi tinggi. Setiap kekalahan bisa berujung pada krisis, dan setiap krisis bisa mengancam posisi pelatih.
Arbeloa harus memahami bahwa kunci bertahan bukan hanya kemenangan, tetapi juga kepercayaan pemain.
Zidane membuktikan bahwa ketika pemain menyukai pelatih, mereka akan berjuang lebih keras. Mereka akan menerima instruksi dengan antusias, dan ruang ganti akan menjadi sumber energi positif.
Arbeloa kini berada di titik awal perjalanan. Ia harus membangun fondasi hubungan yang kuat dengan skuad.