Berita Internasional
Amerika Ancam Jalur Non-Damai Kuasai Greenland, Takut Didahului Rusia dan China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik internasional setelah secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GREENLAND-Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengancam.jpg)
TRIBUNGORONTA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik internasional setelah secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan menempuh jalur non-damai untuk menguasai Greenland.
Trump menyebut langkah tersebut bisa diambil jika upaya diplomasi gagal, dengan alasan Amerika Serikat tidak boleh kalah cepat dari Rusia dan China.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Trump saat bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih, Jumat waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Trump secara terbuka menegaskan bahwa kepemilikan Greenland dianggap strategis bagi kepentingan nasional Amerika Serikat.
Baca juga: Rudal Berkemampuan Nuklir Rusia Menghantam Lviv, Kyiv Minta Respons Dunia
Trump menyatakan bahwa dirinya sebenarnya lebih memilih proses damai untuk memperoleh wilayah yang saat ini berada di bawah administrasi Denmark tersebut.
“Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara yang mudah,” kata Trump.
Namun, pernyataan itu langsung diikuti dengan ancaman tersirat. Trump menyebut Amerika Serikat siap menempuh jalur lain jika pendekatan damai tidak membuahkan hasil.
“Jika kita tidak melakukannya dengan cara yang mudah, maka kita akan melakukannya dengan cara yang sulit,” ujar Trump, tanpa merinci bentuk langkah yang dimaksud.
Alasan Trump: Takut Didahului Rusia dan China
Trump mengklaim bahwa ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland bukan sekadar ambisi teritorial, melainkan berkaitan dengan persaingan geopolitik global.
Ia menuding Rusia dan China berpotensi mengambil alih Greenland jika Amerika Serikat tidak bertindak cepat.
“Jika Amerika Serikat tidak memilikinya, Rusia atau China akan mengambil alih,” kata Trump.
Greenland diketahui memiliki posisi strategis di kawasan Arktik serta menyimpan potensi besar sumber daya alam, termasuk mineral dan energi.
Kawasan ini juga menjadi titik penting dalam jalur pertahanan dan keamanan global.
Sindiran terhadap Denmark
Dalam pernyataannya, Trump juga mempertanyakan dasar klaim kedaulatan Denmark atas Greenland.
Meski menyebut dirinya sebagai “penggemar Denmark”, Trump melontarkan sindiran historis terkait penguasaan wilayah tersebut.