Berita Internasional
Amerika Ancam Jalur Non-Damai Kuasai Greenland, Takut Didahului Rusia dan China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik internasional setelah secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GREENLAND-Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengancam.jpg)
“Hanya karena mereka mendaratkan kapal di sana 500 tahun lalu, itu tidak berarti mereka memiliki tanah tersebut,” ujar Trump.
“Saya yakin kami juga pernah mengirim banyak kapal ke sana.”
Pernyataan ini mempertegas pandangan Trump yang menganggap kepemilikan Greenland masih bisa dinegosiasikan, bahkan diperebutkan.
Reaksi Keras Warga Greenland
Pernyataan Trump menuai reaksi keras, termasuk dari warga Greenland.
Sejumlah warga menyebut ambisi Amerika Serikat tersebut sebagai tidak masuk akal dan mengabaikan hak penentuan nasib sendiri masyarakat lokal.
Sebagian warga bahkan secara terbuka mengecam Trump dengan sebutan keras, menilai pernyataannya sebagai bentuk ancaman terhadap kedaulatan wilayah mereka.
Isyarat Opsi Militer dan Kekhawatiran NATO
Situasi kian memanas setelah Gedung Putih memberi sinyal bahwa seluruh opsi, termasuk opsi militer, tetap dipertimbangkan.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Perdana Menteri Denmark yang memperingatkan bahwa langkah semacam itu dapat mengguncang fondasi aliansi NATO.
Trump menanggapi peringatan tersebut dengan klaim kontroversial mengenai perannya di NATO.
“Saya sangat mendukung NATO. Saya menyelamatkan NATO,” kata Trump.
“Jika bukan karena saya, NATO tidak akan ada sekarang.”
Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Greenland berada di bawah pengaruh negara pesaingnya.
“Kami tidak akan membiarkan Rusia atau China menduduki Greenland. Dan itulah yang akan terjadi jika kita tidak bertindak,” ujarnya.
Ketegangan Baru di Kawasan Arktik
Ancaman Trump untuk menempuh jalur non-damai menambah daftar panjang kontroversi kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinannya.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas geopolitik, khususnya di kawasan Arktik, serta hubungan Amerika Serikat dengan sekutu-sekutunya di Eropa.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Denmark maupun otoritas Greenland terkait pernyataan terbaru Trump.
Namun, isu Greenland dipastikan kembali menjadi sorotan global dan berpotensi memicu ketegangan diplomatik lanjutan. (*)