Berita Internasional

Pandemi Baru Tinggal Tunggu Waktu? Pakar Ingatkan Ancaman Virus Influenza

Seorang pakar penyakit menular asal Rusia mengingatkan bahwa virus influenza berpotensi menjadi pemicu pandemi global berikutnya

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Masyarakat Gorontalo, Iyas, menggunakan masker. FOTO: Wawan Akuba 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Ancaman pandemi baru dinilai bukan sekadar kemungkinan, melainkan hanya soal waktu.

Seorang pakar penyakit menular asal Rusia mengingatkan bahwa virus influenza berpotensi menjadi pemicu pandemi global berikutnya, dengan dua subtipe yang kini menjadi perhatian utama para ahli.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Yelena Malinnikova, dokter ilmu kedokteran sekaligus ahli virologi Rusia, dalam keterangannya kepada kantor berita TASS. 

Baca juga: Cek Status Bansos KKS Kini Bisa Online, Warga Tak Perlu Lagi Datang ke Kantor

Menurutnya, sejarah dan pola penyebaran virus influenza menunjukkan bahwa pandemi di masa depan hampir pasti akan terjadi.

“Pandemi influenza pasti akan terjadi, satu-satunya pertanyaan adalah kapan itu akan terjadi dan seberapa intens dampaknya,” ujar Malinnikova.

Ia menyebut dua subtipe virus influenza yang paling berpotensi memicu pandemi, yakni A(H3N2) yang dikenal sebagai flu Hong Kong, serta A(H5N1) atau flu burung.

Subtipe A(H3N2) diketahui telah beredar di kalangan manusia selama lebih dari 50 tahun, sementara A(H5N1) selama ini menjadi perhatian karena tingkat kematian yang tinggi pada kasus-kasus tertentu.

“A(H3N2), yang telah bersirkulasi di manusia selama lebih dari setengah abad, dan strain flu burung dengan protein permukaan virus Hemagglutinin-5 termasuk kandidat yang paling sering dibahas,” jelasnya.

“Itulah sebabnya kedua virus ini berada di bawah pengawasan khusus, dan itu sangat beralasan, karena virus influenza mulai kembali ‘mengangkat kepalanya’,” lanjut Malinnikova.

Baca juga: Gempa 3,3 Guncang Barat Daya Buru Selatan, Maluku

Meski memberikan peringatan tegas, Malinnikova menekankan bahwa dunia tidak berada dalam kondisi tanpa pertahanan.

Ia menegaskan bahwa perkembangan ilmu kedokteran saat ini telah menyediakan berbagai alat untuk menghadapi ancaman influenza.

“Namun, ini tidak berarti kita tidak berdaya: kita memiliki obat antivirus dan vaksin, sehingga tidak ada alasan untuk panik,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan dasar yang selama ini terbukti efektif dalam menekan penularan penyakit menular.

Menurutnya, kepatuhan terhadap pedoman sanitasi dan epidemiologi menjadi kunci penting dalam menghadapi potensi ancaman tersebut.

Malinnikova menyerukan agar masyarakat menggunakan masker di tempat umum, menjalani vaksinasi secara rutin, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved